Berat Badan Pria Ini Turun 14 Kg dalam Tiga Bulan, Rahasianya...

Fimela diperbarui 19 Jul 2017, 16:30 WIB

Memiliki bobot tubuh berlebih memang membuat kita stres, hal ini pun dialami oleh semua orang termasuk para pria. Tak heran jika  para pria juga melakukan proses diet untuk dapatkan penampilan yang lebih baik.

Seperti halnya pria bernama Bame, walau baru sebentar melakukan diet, namun berat tubuhnya berkurang hingga 14 kg dalam kurun waktu tiga bulan. Semula beratnya memang mencapai 84 kg dengan tinggi badan 165 cm, kini beratnya pun sudah turun menjadi 70 kg.

"Sebenernya diet pengen gampang cari baju baru dan celana baru, soalnya selama ini perut ke mana-mana jadi kalo mau pake baju nggak bisa sembarangan. Selain itu sih karena patah hati," ujarnya sambil tertawa kepada tim Vemale.com

Lalu program diet apa yang ia jalani hingga berat badannya turun drastis? Ternyata Bame memilih tidak mengurangi mengonsumsi karbohidrat atau yang lebih dikenal dengan diet keto.

Menurut Bame, diet keto di Indonesia memang  belum banyak diminati, namun jika di luar negeri diet ini sudah sangat diminati karena sangat cepat menurunkan berat badan. Jadi program keto ini bekerja karena badan tidak punya karbohidrat, inilah yang membuat tubuh terpaksa membakar lemak.

"Jadi tubuh itu pertama bakar karbo, lalu protein, baru terakhir lemak. Dengan menghilangkan karbo, kemungkinan lemak dibakar jadi lebih besar," tambahnya. Sebaiknya, Bame menyarankan untuk menghindari gula, karena glukosa akan menjadi karbo nantinya. Lebih baik ganti gula dengan stevia.

"Jadi intinya, diet aku ini cuma nggak minum manis dan nggak makan karbohidrat apapun bentuknya. Seperti  nasi, kentang, jagung, roti, dan lain-lain," tuturnya. Tentu setiap diet tak pernah berjalan mulus, apalagi ketika pertama melakukan proses diet. Sebab tubuh kita masih beradaptasi dengan apa yang kita konsumsi selama diet. Inilah yang dirasa Bame, awal melakukan diet ia terserang flu.

"Kendala pertamanya itu bakalan flu karena tubuh lagi coba adaptasi, biasanya setelah dua minggu.  Biasanya disebut ketoflu. Kadang ada orang yang gatel-gatel di seluruh badan pas lagi masa adaptasi, itu namanya ketorash. Namun biasanya jika sudah terbiasa hal tersebut tidak akan terjadi. Oh iya banyak juga yang bilang ini diet LCHF, low carbs High Fat. Tapi sebenernya salah, keto itu bener bener nggak ada karbo," ucapnya.

Walau tubuh sedikit membutuhkan karbohidrat, untuk itu Bame menyiasatinya dengan mengonsumsi telur, mentega, tempe dan tahu yang juga memiliki karbo yang cukup untuk tubuh. Sebab keto tidak boleh total karbo yang masuk ke tubuh lebih dari 50gr. Karena kalau lewat dari 50gr akan menghilangkan kondisi ketosis.

Bame menganjurkan buah yang baik untuk dikonsumsi ialah alpukat dan berry-berryan. Sedangkan untuk kacang bisa mengonsumsi macademka atau cashew. Dirinya mengaku tiap harinya hanya makan tempe dan tahu, untuk protein ia lebih memilih dada ayam.

Lalu apakah berat tubuh akan kembali jika tidak melakukan diet keto lagi? Menurutnya tergantung berhentinya seberapa lama. Dirinya sempat berhenti 3 minggu karena puasa, memang naik 2kg tapi itu terjadi karena lebaran . Namun sekarang sudah mulai lagi, dalam 3 minggu sudah turun 3kg.

"Sakit mungkin karena bulan puasa, kekurangan air putih dan nggak makan karbo pas buka. Biar nggak sakit jangan skip lunch sama dinner. Terus olahraga juga, sama yang paling berasa sih mesti tidur yang cukup. Mungkin buat kita orang indonesia makan nggak pake nasi itu susah. Tapi kalau sudah bisa lewat dari 2 minggu nggak makan nasi, ke sininya sudah gampang," tutupnya.

Mengerti cerita diet Bame, apakah kamu tertarik untuk melakukan diet seperti dia juga Ladies?

(vem/asp/mim)
What's On Fimela