Sukses

Beauty

Rajin Olahraga Freeletic, Kini Berat Badan Turun Hingga 14kg

Selain makan-makanan sehat, olahraga memang menjadi kunci sukses menjalani diet. Kini bermacam-macam olahraga dapat kamu coba, mulai dari olahraga outdoor hingga indoor.

Salah satu olahraga yang sedang digemari ialah freeletic. Apa itu freeletic? Yaitu sebuah panduan olahraga terstruktur yang menekankan pada intensity training, atau yang biasa dikenal dengan istilah HIIT, High Intensity Interval Training. Dalam panduan freeletics kita bisa temukan tiga jenis pilihan training seperti workout (kumpulan kombinasi exercise), exercise, dan running.

Olahraga ini pun terbukti mutakhir menurunkan berat badan. Contohnya Mila Maulidina yang berhasil menurunkan berat badan hingga 14 kg. Dari semula yang 62 kg dengan tinggi 155 cm, kini berat tubuhnya 48 kg.

Memang selain olahraga pola hidup sehat harus diterapkan Mila, bahkan awal ia diet tidak mengonsumsi nasi.

Dulu agak chubby, sekarang nggak lagi/copyright by Mila Maulidina

"Aku dulu awalnya 3 bulan gak makan nasi terus ikutan freeletic, berhenti ngerokok terus jadi suka lari, lama-lama turun sendiri berat badan dan badan lebih fit," ungkap Mila saat dihubungi tim Vemale.com

Mila pun memutuskan diet karena ia merasa bobot tubuhnya sudah terlalu berat hingga membuat angkle kakinya sakit karena harus menahan bobot tubuhnya yang berat. Sebelum berhasil diet karena melakukan freeletic, Mila pun pernah mencoba-coba diet yang lain seperti OCD yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzir, namun nyatanya diet ini tidak cocok baginya.

"Badanku sudah terlalu berat dan nggak enak kalo jalan jauh angkle-ku sakit. Waktu itu masih merokok sama suka minum alkohol. Sempet coba OCD-nya Deddy Corbuzier, tapi karena pola hidupnya juga nggak sehat aku malah masuk rumah sakit, kena tipes sama DBD."

Before after diet/copyright by Mila Maulidina

"Akhirnya mulai bulan November 2015 jadi turning poin hidup sehat. Mulai puasa nasi 3 bulan dan ikut freeletic 3 kali seminggu. Lalu mulai coba lari 2km dan pelan-pelan berhenti merokok. Lama-lama pola hidup makin sehat, bikin berat badan turun sampai aku bisa lari sampai 27km. Tanpa sakit angkle," ujarnya

Namanya orang Indonesia, memang sulit untuk tidak mengonsumsi nasi, sebab rasanya belum makan bila tidak makan nasi. Inilah yang dirasakan Mila saat pertama kali ia memulai proses dietnya. Namun, ia punya cara cerdik untuk mengatasi masalah tersebut.

"Puasa nasi sangat sulit karena aku suka sekali makan nasi, tapi aku ganti dengan kentang atau roti gandum. Kalo bener-bener nggak tahan, aku makan nasi sekali seminggu setengah porsi pakai lauk pauk sayur kaya biasa aja. Biasanya setiap weekend," tuturnya.

Agar tidak malas berolahraga, Mila tergantung dalam komunitas olahraga agar ia tetap semangat. "Aku ikut freeletic jadi ada temen dan makin semangat olahraga.Berhenti rokok: ini harus come from within. No excuse no drama. Waktu awal-awal olahraga suka cidera kakinya jadi kesel sendiri. Aku atasin dengan fisioterapi sama rest kaki dan nggak paksain diri kalo emang lagi gak bisa workout,"tutupnya.

(vem/asp/feb)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading