4 Kali Aborsi Demi Punya Anak Laki-Laki, Hidup Wanita Ini Berakhir Tragis

Fimela diperbarui 20 Jul 2017, 16:30 WIB

Memiliki sepasang anak laki-laki dan perempuan adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Tapi, beberapa orang tua nampaknya sangat bahagia ketika ia memiliki salah satu di antara keduanya baik itu anak laki-laki saja atau anak perempuan saja. Apapun jenis kelamin anak yang lahir di keluarga kita, alangkah baiknya jika kita menerimanya dengan lapang dada dan bahagia.

Jangan biarkan karena keegoisan dan keinginan kita yang bersifat sementara, kita lantas mengabaikan keselamatan kita maupun keluarga. Seperti apa yang dialami oleh wanita asal Anhui, China berikut ini.

Dikutip dari laman shanghaiist.com, karena memaksa ingin mendapatkan anak laki-laki, hidup wanita muda ini harus berakhir tragis. Wanita yang tidak disebutkan namanya ini meninggal dunia setelah ia melakukan aborsi sebanyak empat kali dalam setahun.



Usut punya usut, wanita ini mengalami sakit parah dan kondisinya terus memburuk pasca aborsi ke empatnya. Ia yang sangat ingin mendapat anak laki-laki demi mewujudkan keinginan suami, selama ini memang dilaporkan telah melakukan aborsi ilegal sebanyak empat kali. Aborsi dilakukan setiap kali ia mengetahui bahwa anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.

Sayang, kondisi tubuhnya tak sekuat yang ia bayangkan. Tubuhnya terlalu lemah dan ia pun mengalami berbagai penyakit komplikasi hingga meninggal dunia. Atas kematiannya, keluarganya kini sedang meminta pertanggungjawaban dari pihak suaminya. Kematiannya dianggap disebabkan oleh keegoisan suami yang menuntutnya memiliki anak laki-laki.

Kabar yang ada menyebutkan bahwa wanita ini telah melahirkan anak perempuan empat tahun yang lalu. Tapi suami dan keluarganya kurang puas dengan kelahiran tersebut. Suaminya pun meminta wanita tersebut mengandung kembali dan harus anak laki-kaki. Sayang, setiap kali wanita itu mengandung, anak yang dikandung adalah perempuan.



Untuk mengetahui jenis kelamin anak di dalam kandungan, wanita tersebut melakukan scan atau USG ilegal di sebuah klinik setempat. Di klinik ini jugalah ia melakukan aborsi.

Mengenai sang suami, saat keluarga istri menuntut dan meminta pertanggungjawabannya, ia justru kabur dari rumahnya. Tidak diketahui di mana ia berada saat orang tua sang istri ramai-ramai berkunjung ke rumahnya sambil membawa abu anak mereka.

(vem/mim)
What's On Fimela