Dear Generasi Milenial, Sebelum Mengajukan KPR Perhatikan 5 Hal Ini

Fimela diperbarui 30 Nov 2017, 14:00 WIB

Beberapa hari yang lalu ramai tentang kesulitan generasi milenial yang akan mengalami kesulitan mendapatkan rumah beberapa tahun kedepan. Memang tidak bisa dipungkiri, memiliki rumah saat ini sangat penting. Dengan harga rumah yang setiap tahun semakin meningkat, maka jika tidak dipersiapkan dengan sebaik mungkin maka akan sulit bagimu untuk mewujudkan memiliki rumah impian.

Well, memiliki rumah ternyata sangat penting ladies. Nah, selain memiliki rumah secara tunai kamu bisa memilih membeli rumah dengan cara mengajukan KPR. Ladies, berikut ini adalah hal yang kamu pertimbangkan sebelum mengajukan KPR. Simak penjelasannya di bawah ini.

Pilih Sesuai dengan Kebutuhan Kamu

Membeli rumah dengan KPR adalah komitmen jangka panjang karena angsuran KPR biasanya memiliki jangka waktu yang panjang. Untuk itu pilihlah rumah yang cocok untuk kebutuhan keluarga maupun kondisi keuanganmu. Jangan hanya karena murah kamu membelinya, pertimbangkan kemampuan dalam melunasi cicilan, harga rumah, dan potensi perkembangan nilainya hingga beberapa tahun ke depan.

Pertimbangkan Cash Flow yang Kamu Miliki

Ajukan KPR dengan melihat cash flow kamu. Pertimbangkan, besar maksimal angsuran adalah 30% dari gaji yang kamu miliki. Hindari memilih angsuran yang lebih dari itu. Selain memberatkan kamu, hal ini juga akan menyulitkan pengajuan KPR untuk disetujui.

Pertimbangkan Memilih Jenis Bunga KPR yang Kamu Pilih

Ada dua jenis bunga KPR yaitu fixed dan floating. Fiixed adalah bunga tetap dari awal angsuran hingga lunas. Sedangkan floating suku bunga selalu mengikuti besarnya suku bunga bank. Jika suku bunga melonjak, maka bunga KPR akan ikut naik begitu juga saat suku bunga turun.

Untuk menyiasati masalah ini, kamu dapat membuat rekening penampungan untuk menyisihkan tiga kali angsuran sebagai dana cadangan jika kamu tidak dapat menyisihkan gaji untuk membayar angsuran.

Perhatikan Penghitungan Bunga

Untuk menghitung bunga, Bank memiliki berbagai cara yaitu flat, efektif, dan anuitas. Umumnya, bank menerapkan bunga efektif atau anuitas. Bunga flat biasanya diterapkan untuk kredit tanpa agunan atau yang tenornya pendek. Meskipun Bank bisanya sudah menyiapkan simulasi penghitungan bunga KPR, tidak ada salahnya kamu menyiapkan dan mengetahui plus minus masing-masing cara penghitungan bunga.

Perhatikan Jenis Biaya KPR

Dalam KPR terdapat banyak biaya yang harus kamu bayar saat akad kredit. Antara lain biaya notaris, provisi, administrasi (yang besarnya 1% dari plafon kredit), pajak jual beli dan premi asuransi. Well, besarnya biaya ini bisa mencapai 5% dari besarnya plafon kredit KPR kamu loh. Jadi perhitungkan hal ini sebaik mungkin.

Nah, setelah mengetahui hal ini apakah kamu sudah siap untuk membeli rumah secara KPR? Share yuk pendapat kamu di kolom komentar.

(vem/apl)