Pertumbuhan Janin yang Terhambat Bisa Sebabkan Kematian Anak

Fimela diperbarui 19 Des 2017, 15:45 WIB

Kecukupan gizi pada dan nutrisi janin memang sangat diperlukan bagi ibu hamil. Terdapat dua jalur utama pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk janin yaitu jalur nutrisi (pembuluh darah ibu) dan komposisi nutrisinya.

dr. Irvan Adenin SpOG(K), Konsultan Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita menjelaskan pembuluh darah memegang peran penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin, sehingga harus dipastikan pembuluh darah ibu hingga ke pembuluh darah perifer harus dalam kondisi sehat (tidak menyempit).

Umumnya kelainan pembuluh darah selama hamil disebabkan hipertensi. Hipertensi adalah penyebab utama gangguan pertumbuhan janin dan preeklamspia. Inilah mengapa 70 persen kematian bayi diakibatkan PJT (Pertumbuhan Janin Terhambat) dan 26 persen bayi meninggal diakibat adanya gangguan pada pertumbuhan janin.

“PJT sendiri dapat berdampak fatal pada janin, padahal kejadian ini dapat dicegah, jika kelainan dikenali sebelum usia 34 minggu,” ujarnya saat di temui di Jakarta.

Jika PJT terdeteksi di minggu ini, dr. Irvan mengatakan maka pilihan terbaik adalah dilahirkan dini. Karena jika dibiarkan dalam uterus seperti orang dipenjara, tidak akan mendapat asupan makanan maksimal sehingga berisiko janin meninggal karena hipoksia (kekurangan oksigen di otak).

Pertumbuhan janin dapat dipantau dengan kurva pertumbuhan, pemeriksaan air ketuban dan ukuran lingkar perut janin. “Bahaya PJT ialah janin meninggal, janin kejang-kejang karena kurang oksigen, retardasi mental janin, serebral palsy dan jika dilahirkan saat dewasa akan berisiko diabetes dan hipertensi,” tambahnya.

Nah moms, untuk mencegah PJT salah satu upaya mendapatkan kehamilan sehat, menurut dr. Irvan ialah dengan memelihara kesehatan pembuluh darah ibu/calon ibu. Jika ibu memiliki penyakit hipertensi dan diabetes, maka harus langsung dikendalikan penyakitnya.

(vem/asp/ivy)
What's On Fimela