Tak Pernah Libur Kerja, Kisah Tukang Sapu Ini Bikin Haru

Fimela diperbarui 31 Jan 2018, 12:30 WIB

Banyak orang yang sudah mendapatkan pekerjaan menyenangkan, pekerjaannya cukup ringan dan bergaji besar namun masih suka mengeluh. Mengeluhkan jika pekerjaan tersebut bikin jenuh, pekerjaan tersebut kurang nyaman, masih berharap dapat pekerjaan lain yang lebih menyenangkan dan gajinya makin besar. Asal kita tahu, banyak orang-orang di luar sana yang masih terus mencari pekerjaan untuk sekedar mendapatkan rezeki.

Tidak sedikit pula orang di luar sana yang begitu sabar dan mencintai pekerjaannya dengan begitu tulus meski pekerjaan tersebut bukan pekerjaan yang  bergaji besar, kerja di ruangan ber-AC maupun kerja dengan pakaian wangi dan make up tebal setiap harinya. Seperti yang dilakukan oleh pria asal negeri Tirai Bambu, China bernama Shang Yi (46) ini.



Dilansir dari laman worldofbuzz.com, Shang Yi begitu mencintai dan menyukai pekerjaannya. Ia bahkan merasa sangat bersyukur bisa menekuni pekerjaan tersebut. 12 tahun sudah, pria yang kerap dipanggil Yi itu menekuni pekerjaannya sebagai tukang sapu jalan. Dan selama 12 tahun itu pula, pria berusia 46 tahun tersebut tak pernah meninggalkan pekerjaannya atau mengambil libur. Setiap pagi, ia akan berangkat kerja untuk menyapu jalan di empat titik di kota Xi'an.

Mengenai Yi, ia adalah seorang penyandang disabilitas. Ia terlahir tunarungu dan bisu. Beberapa tahun kemudian, ia juga harus ekstra sabar ketika mendapati kenyataan bahwa satu kakinya harus diamputasi. Meski begitu, Yi tak pernah putus asa. Ia juga tak pernah lelah untuk terus bekerja.

Panas terik, hujan deras maupun hujan salju, Yi tak pernah absen dari pekerjaannya. Ia akan berangkat jam 4 pagi dan pulang menjelang siang. Yi mengaku sangat mencintai pekerjaannya karena ia lahir tanggal 1 Mei dan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Lewat pekerjaan ini, ia juga bertemu dengan sang istri yang begitu tulus padanya.



Yi dan istrinya telah menikah selama 21 tahun. Keduanya dikatakan hidup rukun dan menekuni pekerjaan yang sama. Walau uang yang mereka dapat tak seberapa lewat pekerjaannya, mereka mengaku sangat bersyukur dan bergantung pada pekerjaan itu. "Meskipun dia tidak bisa berbicara, saya tahu dia sangat mencintai pekerjaan itu. Dia tahu tubuhnya cacat, jadi dia harus kerja lebih keras daripada yang lain untuk mempertahankan pekerjaannya," ungkap istri Yi yakni Wang.

Kisah Yi sendiri beberapa waktu terakhir telah menjadi kisah yang menginspirasi banyak orang khususnya orang-orang di China. Semangatnya dalam bekerja membuat banyak orang tersadar untuk lebih menghargai pekerjaan mereka. Kisahnya juga membuat banyak orang harus yakin bahwa penyandang disabilitas pun bisa bekerja dengan baik dan mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dari orang lain pada umumnya.

(vem/mim)
What's On Fimela