Ibu Hamil dengan Gagal Ginjal Berisiko Hipertensi & Melahirkan Prematur

Fimela diperbarui 13 Mar 2018, 14:15 WIB

Perempuan menghadapi banyak tantangan kesehatan, khususnya ibu hamil penderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang memiliki risiko kesehatan yang tinggi baik bagi diri sendiri maupun bayi di dalam kandungan.

"Perempuan penderita GGK yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan harus menjalani konsultasi pra-kehamilan dan pemeriksaan kondisi kesehatan menyeluruh dengan beberapa dokter spesialis, termasuk dokter kandungan,” ujar Dorothea Koh, GM, Singapore, Indonesia & Philippines untuk Baxter di Jakarta, saat ditemui dalam acara Hari Perempuan Sedunia, fokus Hari Ginjal Sedunia adalah “Ginjal & Kesehatan Perempuan: Rangkul, Hargai, Berdayakan”, beberapa waktu lalu.

Pada perempuan penderita GGK stadium lanjut, kehamilan menjadi tantangan terbesar karena memiliki tingkat gangguan hipertensi dan kelahiran prematur yang tinggi. "Perempuan penderita GGK dapat berkurang kesuburannya, namun tetap dapat hamil walaupun jarang terjadi, saat melakukan dialisis," jelasnya.

Dengan pengobatan dialisis, hasilnya akan membaik dengan dialisis yang intensif (harian atau setiap dua hari sekali), karena itu dibutuhkan program khusus untuk para perempuan dalam usia produktif. Lebih lanjut Dorothea memaparkan sebelum merencanakan kehamilan, ada beberapa kondisi yang harus sangat dipertimbangkan oleh ibu hamil penderita GGK seperti usia, kondisi kesehatan, tekanan darah, sejarah diabetes atau hati, juga seberapa parah kondisi ginjalnya.

Ibu hamil sangat rentan terkena penyakit ginjal, seperti penyempitan saluran kemih, pembengkakan ginjal, ginjal kering, infeksi ginjal hingga GGK. "Selain itu, mereka juga rentan menderita komplikasi kehamilan yang disebabkan kegagalan ginjal, seperti preeclampsia, hipertensi, dan protein dalam urine," ujarnya.

Sebagai inovator global terkemuka dalam perawatan ginjal, Baxter menyediakan pilihan perawatan transformatif lewat inovasi dan model bisnis yang berpusat pada pasien yang menjadi standar terbaru dalam perawatan secara global. “Baxter menawarkan beragam perawatan pengganti ginjal di Indonesia dengan terapi dialisis peritoneal. hemodialisa dan Continous Renal Replacement Therapy,” tutupnya.



(vem/asp/mim)
What's On Fimela