Review: Kunamai Bintang Itu Namamu - Cindy Joviand

Fimela diperbarui 15 Mar 2018, 18:45 WIB

Judul: Kunamai Bintang Itu Namamu
Penulis: Cindy Joviand
Penyunting: Irwan Rouf
Penyunting Akhir: Budi Setiawan
Ilustrasi Sampul: Olvyandra Ariesta
Penata Letak: Didit Sasono
Diterbitkan pertama kali oleh: mediakita
Cetakan pertama, 2018

Aku tahu aku tidak bisa menulis puisi, tetapi darimu aku belajar cara-cara menunjukkan cinta. Senyummu adalah satu-satunya yang menerangiku saat tidak ada cahaya. Tetapi, aku harus kehilangan cahaya itu untuk sementara. Dalam perpisahan ini, tidak ada yang bisa kujanjikan padamu. Namun saat di sana, aku akan menamakan setiap bintang yang kulihat setiap malamnya dengan namamu, agar aku selalu teringat padamu.

Ketika sesuatu yang harus dibiarkan tertinggal, tetapi tak pernah bisa kutinggalkan sama sekali. Saat dua hati hanya sanggup berbicara lewat mimpi, kamu menjadi bukti, bahwa memori akan selalu tersimpan dalam kotak ingatan, dan akan selalu teringat kapan pun dan di mana pun aku berada.

***

Sedang patah hati? Lagi galau? Ingin segera bisa move on? Atau sedang berusaha untuk bangkit lagi setelah dilukai karena cinta? Buku Kunamai Bintang Itu Namamu ini bisa jadi teman terbaikmu.

Kunamai Bintang Itu Namamu berisi fragmen-fragmen tulisan yang mengangkat topik besar tentang cinta. Terdiri dari tiga bagian: Kemarin dan Kenangan Lama yang Belum Selesai; Kini dan Hal-Hal yang Mengembalikan Senyum; dan Esok dan Sepotong Waktu untuk Mencintai Lagi. Di bagian pertama, kita akan diajak untuk mengenang lagi hal-hal yang begitu indah tapi juga meninggalkan luka dalam mencintai. Membaca tulisan-tulisan di dalamnya akan membuat kita mengingat lagi hal-hal yang sebenarnya tak ingin kita kenang, tapi justru di sini kita akan belajar untuk berani menghadapi kenyataan.

Cuma satu yang aku dapatkan saat membongkar masa lalu; Kerinduan.
-untuk mereka yang pergi



Judul buku ini pun ternyata diambil dari nama akun Tumblr yang pernah dibuat oleh Cindy. Ada sosok berinisial Z yang jadi inspirasi utamanya dalam membuat tulisan-tulisannya. Dengan kata lain, dia membuat tulisan-tulisan ini berdasarkan pengalamannya sendiri dalam mencintai, menghadapi kehilangan dan perpisahan, serta berjuang kembali untuk bisa benar-benar bangkit dari keterpurukan cinta.

Di bagian kedua, Kini dan Hal-Hal yang Mengembalikan Senyum, kita akan menemukan tulisan-tulisan yang sedikit demi sedikit menggiring kita untuk kembali menemukan cahaya. Tulisan-tulisan yang membuat perasaan jadi lebih baik. Buat kamu yang sedang dirundung luka atau baru kehilangan cinta, fragmen-fragmen tulisan di dalamnya akan membuat kita lebih berani menghadapi kenyataan. Sehingga nantinya bisa membantu kita melangkah ke depan dengan lebih ringan.

Karena jika kamu baik, kamu pasti akan selalu dimampukan untuk mendapatkan seseorang yang baik pula. Begitu yang dijanjikan Tuhan.
(hlm. 150)



Yang paling menguatkan adalah tulisan-tulisan di bagian ketiga, Esok dan Sepotong Waktu untuk Mencintai Lagi. Di bagian ini kita bisa menemukan lagi harapan dan kekuatan untuk bangkit. Setelah melewati duka dan kehilangan yang mendalam dan belajar untuk bisa menerima kenyataan, kita akan diajak untuk kembali optimis dan positif melanjutkan hidup. Soal menemukan jodoh dan cinta sejati pun ditulis dengan bahasa yang ringan tapi juga begitu indah.

Setelah membaca buku ini, akan ada perasaan tenang dan lebih nyaman yang bisa kita rasakan. Buat yang lagi galau soal jodoh, kumpulan tulisan di buku Kunamai Bintang Itu Namamu ini bisa jadi pelipur laramu. Seperti salah satunya yang tertulis di Jodoh Pasti Bertemu, "Aku paham, ada yang tidak bisa dipaksakan, dan aku tidak boleh lancang mendesak Tuhan untuk segera mengirimkanku jodoh. Karena sesungguhnya, cinta yang baik layak untuk ditunggu."

Kunamai Bintang Itu Namamu, buku yang berisi kumpulan tulisan soal warna-warni cinta ini bisa jadi teman terbaik untuk mengatasi kegundahan dan kegelisahanmu karena cinta. Temukan juga harapan serta inspirasi baru dari setiap kepingan tulisannya. Meski kadang cinta memberi luka, tapi akan selalu ada cara untuk kembali nenyembuhkan hatimu itu.




(vem/nda)
What's On Fimela