Terpapar Polusi, Warna Taj Mahal Kini Tak Lagi Putih Melainkan Hijau

Fimela diperbarui 25 Mei 2018, 11:25 WIB

Taj Mahal merupakan salah satu situs warisan dunia yang memiliki pesona mengagumkan. Taj Mahal sejauh ini juga menjadi salah satu tujuan wisata paling favorit bagi penduduk lokal (India) maupun dunia.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang mengklaim bahwa Taj Mahal kini tak lagi semengagumkan dulu. Dilansir dari laman emirates247.com, warna Taj Mahal kini tak lagi putih melainkan kuning dan hijau.

Perubahan warna marmer pada bangunan Taj Mahal dikatakan terjadi karena polusi udara yang cukup parah di kota Agra, India di mana Taj Mahal berdiri. Lokasi Taj Mahal yang juga diapit oleh dua sungai yang dipenuhi sampah, membuat bangunan ini rentan terhadap berbagai polusi, debu maupun lumut.

Kondisi Makam dari Mumtaz Mahal itu sendiri diperparah dengan adanya serangga-serangga kecil dari salah satu sungai di dekatnya yang mengering saat musim kemarau. Kotoran dari serangga dan debu juga polusi yang ada memperburuk warna marmer Taj Mahal.



Mengenai kondisi Taj Mahal saat ini, Mahkamah Agung India sangat menyayangkan hal ini. Diharapkan pemerintah bisa mengatasi masalah ini dan membuat salah satu ikon ternama India tersebut bisa terawat dengan lebih baik ke depannya. Pria bernama MC Mehta tersebut juga berharap bahwa penduduk di sekitar Taj Mahal bisa mengurangi polusi dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat serta bersih.

"Jika ilmuwan-ilmuwan di India tidak bisa melakukan hal yang benar, setidaknya mereka berusaha mengontak ahli konservasi dari luar negeri di mana mereka akan datang dan senang hati membantu." Ungkap Mehta.

Perubahan warna yang terjadi pada bagian-bagian Taj Mahal sebenarnya tidak terjadi begitu saja. Perubahan itu terjadi seiring dengan adanya polusi, cerobong asap dari pabrik di sekitar Taj Mahal, adanya sungai yang tercemar dan masalah lain selama beberapa dekade terakhir.



(vem/mim)
What's On Fimela