Swarnadwipa, Motif Batik Karya Para Ibu Rusunawa Jakarta

Fimela diperbarui 03 Jul 2018, 10:10 WIB

Banyak pulau di Indonesia, membuat motif batik pun beragam. Seperti pengrajin yang berasal dari para ibu di Rusunawa, Jakarta Timur yang baru saja menambah deretan koleksi motif batik nusantara.

Iwet Ramadhan selaku desainer batik dan Co-Founder dari JKT Creative mengatakan batik yang telah dibuat para ibu Rusunawa tersebut bertemakan Swarnadwipa yang berarti tanah emas.

Batik ini memiliki ciri khas motif yang tersusun atas kombinasi tanahan dan buketan klasik batik Pekalongan sedangkan aksen lingkaran merupakan simbolisasi dari bibit yang membuat tanah ini menjadi subur dan mencapai keemasannya.

“Kain batik ini terinspirasi dari harapan kami agar Indonesia kembali meraih kejayaannya melalui UKM yang tumbuh dan berkembang di negeri ini. Motifnya tersusun atas kombinasi tanahan dan buketan klasik batik Pekalongan sedangkan aksen lingkaran merupakan simbolisasi dari bibit yang membuat tanah ini menjadi subur dan mencapai keemasannya,” ujar Iwet saat ditemui dalam peluncuran batik, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Batik Swarnadwipa tercipta dari hasil kolaborasi JKT Creative dan Shopee, yang nantinya akan digunakan sebagai seragam oleh representatif Shopee dan juga merchandise seperti pouch, totebag, t-shirt, dan scarf.

“peluncuran Batik Shopee, berharap dapat mendorong perkembangan ekonomi digital dan meningkatkan kapasitas diri para pelaku usaha lokal khususnya pengrajin batik,” papar Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia.


Triawan Munaf, selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif pun menyambut baik peluncurak Batik Shopee. Menurutnya Kreasi Nusantara merupakan salah satu inisiatif positif dari pelaku e-commerce yang dapat membantu kami meningkatkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia.

“Saat ini, ekonomi kreatif menunjukkan kontribusi yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Selain mendukung perekonomian nasional, kami yakin bahwa peluncuran Batik Shopee dapat turut meningkatkan minat masyarakat Indonesia terutama generasi milenial yang sangat aktif di era digital untuk ambil bagian dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal Indonesia,” tutupnya.

(vem/asp)
What's On Fimela