Begini Perjuangan Demi Lovato Untuk Lepas dari Kecanduan & Gangguan Mental

Fimela diperbarui 25 Jul 2018, 15:00 WIB

Publik dikejutkan dengan kabar Demi Lovato yang ditemukan overdosis. Seperti yang dilansir oleh KapanLagi.com (25/7), Demi memang telah mengaku mulai kecanduan sejak usia 16 tahun. Setelah dibawa ke Rumah Sakit, Demi kini sudah sadar diri dan dalam kondisi yang lebih stabil setelah mendapat penanganan dokter.

Belum ada rilis resmi dari pihak Demi, obat apa yang ia gunakan hingga mengalami overdosis. Namun, pada 2010 lalu Demi memang pernah melakukan perawatan untuk gangguan bipolar, bulimia, self-harm, dan kecanduannya. Demi pun melanjutkan dengan rehabilitasi narkotik dan alkohol selama satu tahun. Demi mulai hidup sehat dan lepas dari semua penyakit dan ketergantungannya pada alkohol dan obat terlarang. Ia juga mengkampanyekan gerakan cinta pada tubuh sendiri atau body positivity.

Pada bulan Maret 2018 lalu, ia merayakan enam tahun bebas narkoba dan alkohol. Tiga bulan setelahnya, Demi mengaku bahwa ia kembali kecanduan. Demi bahkan sempat merilis lagu Sober yang berisi kisah perjuangan melawan semua kecanduannya.

Ibu Demi, Dianna De La Garza pun mencoba menceritakan kisah anaknya. Sang ibu mengungkapkan bahwa Demi memang tumbuh sukses namun tak disertai dengan kesehatan mental yang baik. Demi memiliki masalah dengan bentuk badannya. Ia membenci badannya yang cenderung lebih besar dibanding kebanyakan bintang pada saat itu.


Di masa remajanya, Demi juga harus bekerja dengan jadwal super padat sebagai bintang Disney. "Setiap malam aku menyetel alarm untuk jam dua pagi. Bila Demi belum pulang, aku menelponnya sampai ia datang. Apa yang bisa kamu katakan pada anakmu bila dialah yang membiayai seluruh keluarga?" tulis ibu Demi dalam bukunya yang berjudul Falling With Wings.

Demi bahkan pernah menonjok seorang penari latar dalam sebuah penerbangan pada tahun 2010. Saat itu Demi berusia 18 tahun. Sang ibu pun menyadari bahwa anaknya butuh pertolongan. Ia tak peduli lagi dengan karir Demi dan merasa kestabilan mental Demi lebih penting.

Demi pun langsung dibawa ke pusat rehabilitasi di Chicago. Ia melewati tiga bulan masa rehabilitasi dan ia pun kembali menjadi gadis yang baik dan bahagia. Meski demikian, kecanduan alkohol dan narkoba bukan hal yang mudah dilepaskan. Agar sang anak cepat bersih dari barang haram itu, sang ibu pun memisahkannya dengan adik tirinya, Madison De La Garza. Ia tak ingin sang adik melihat Demi dalam keadaan seperti ini.


Demi akhirnya berjuang lagi melawan kecanduannya. Ia juga semakin bersemangat mengkampanyekan betapa penting menjaga kesehatan mental dan mencintai diri sendiri. Karirnya juga semakin menanjak setelah ia berangsur lepas dari kecanduan.

Semoga kejadian overdosis ini bisa membuat Demi menjadi lebih bijak lagi dan segera lepas dari ketergantungan yang ia alami.

(vem/ivy)
What's On Fimela