Alasan Chanel Tak Lagi Gunakan Kulit Hewan Eksotis dalam Koleksinya

Vinsensia Dianawanti diperbarui 15 Des 2018, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebagai rumah mode dunia, Chanel pernah terinspirasi untuk menggunakan kulit binatang eksotis dalam koleksinya. Itulah sebabnya koleksi Chanel dibanderol dengan harga fantastis. Rupanya, Chanel kini menyadari bahwa menggunakan kulit binatang eksotis merupakan suatu tindakan kejahatan terhadap pada lingkungan.

Dikutip dari Independent pada Jumat (14/12/2018) Chanel mengumumkan bahwa tidak akan lagi menggunakan kulit binatang eksotis atau bulu dalam koleksinya. Ini artinya rumah mode asal Prancis itu akan berhenti menggunakan produk dengan kulit buaya, cicak, ular, dan ikan pari.

Sebagai gantinya, Chanel akan bekerja dengan melahirkan koleksi menggunakan pengembangan bahan berkelanjutan. Sehingga meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan.

Bruno Pavlovsky selaku presiden mode Chanel menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan keputusan praktis. Karena pihaknya sendiri juga merasa kesulitan untuk mencari kulit binatang yang memenuhi desain merek dan standar etika.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Masuk deretan merek fashion yang tidak lagi gunakan kulit binatang

Penelope Cruz di Chanel Métiers d’art 2019 (PR Chanel)

Tas kulit binatang menjadi produk pokok Chanel selama bertahun-tahun. Bahkan dijadikan ikon tersendiri yang mengisi halaman majalah. Kini, para desainer berbakat Chanel untuk mempertahankan standar estetika tanpa mengorbankan etika.

Dengan keputusan ini, Chanel masuk ke dalam merek fashion terkenal yang menghapus kulit binatang sebagai bahan baku produksi koleksinya. Selain Chanel, ada juga Gucci, Versace, Burberry, dan Michael Kors.