Peringkat Kemampuan Berbahasa Inggris Orang Indonesia Masih Harus Ditingkatkan

Anisha Saktian Putri diperbarui 15 Des 2018, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Di era modern seperti saat ini, bisa berbahasa Inggris adalah sebuah keharusan. Apalagi ketika ingin melamar kerja, banyak perusahaan yang mencantumkan bahasa Inggris menjadi kriteria bisa bekerja di perusahaan tersebut.

Namun sayangnya, kecakapan orang Indonesia berbahasa Inggris masih rendah.Terbukti lewat EF English Proficiency Index yang merupakan sebuah pengukuran yang dilakukan untuk memeringkat negara-negara berdasarkan rata-rata tingkat kecakapan Bahasa Inggris pada orang dewasa.

Dari penelitian tersebut mengungkapkan Indonesia berada di peringkat 51 dari 88 negara di dunia. Dengan penurunan skor menjadi 51,58 dari pada tahun lalu. Untuk tingkat Asia, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-13 dari 25 negara di Asia, di bawah Singapura, Flipina, dan Malaysia. Bahkan, berada di bawah Vietnam.

Dengan demikian, Indonesia bertahan di tingkat kecakapan rendah berbahasa Inggris sejak 2017.

“Tahun ini, EF EPI mengurutkan atau memberikan peringkat pada 88 negara, yang diperoleh berdasarkan hasil tes yang diikuti oleh lebih dari 1.3 juta orang dewasa berumur 18 tahun ke atas, dengan 90% partisipan berumur di bawah 40 tahun. Tes dilakukan menggunakan EF Standard English Test (EF SET) yang mengukur kemampuan membaca dan mendengar dalam bahasa Inggris. EF SET sendiri merupakan tes bahasa Inggris online gratis pertama di dunia yang telah memenuhi standar, dan siapaun bisa mengikuti test ini,”ujar Dr. Minh N. Tran, Executive Director of Academic Affair, EF Education First, saat ditemui di Jakarta.

Tan pun mengatakan, tiga besar negara dengan bahasa Inggris yang aktif dipegang oleh Swedia di peringkat pertama, disusul oleh Belanda dan Singapura.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Mengapa Indonesia masih jauh tertinggal dalam berbahasa Inggris?

EF English Proficiency Index

Menurut Tan, di luar negeri sekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar hingga jenjang yang lebih tinggal selalu diajarkan dan dibiasakan belajar bahasa Inggris.

Bahkan, sudah menjadi karyawan pun tetap diajarkan atau dilatih berbahasa Inggris. Jadi kemampuan berbahasa Inggrisnya lebih terasah lagi.

Sedangkan di Indonesia sediri masih kurang diajarkan atau dilatih. “Beberapa negara sudah melatih bahasa Inggris walau sudah bekerja,” paparnya.

Dr. Tan menambahkan, bahasa Inggris menjadi sebuah kemampuan yang penting dimiliki pada era industri saat ini yang disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. Setiap orang dari berbagai belahan dunia sudah saling terhubung dan bersaing dalam berbagai sektor industri.

”Karena itu, EF akan terus berkomitmen dalam menjalankan EF EPI dan berharaphasil dari tes ini dapat menjadi rujukan dalam pembahasan pendidikan Bahasa Inggris dan berguna untuk menemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan di kemudian hari demi kemajuan bersama,” tutup Dr. Tran.