Review: Novel Rainbirds Karya Clarissa Goenawan

Fimela diperbarui 14 Apr 2018, 18:10 WIB

Judul: Rainbirds
Penulis: Clarissa Goenawan
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penyunting: Barokah Ruziati
Penyelaras aksara: Nadira Yasmine
Perancang sampul: Staven Andersen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun 1994, Ren Ishida menerima kabar kakak perempuannya, Keiko, ditikam berulang kali hingga tewas di Akakawa, kota terpencil tempat kakaknya tinggal. Ia pun memutuskan untuk sementara pindah ke kota itu sambil mengurus pemakaman dan membantu polisi menyelidiki kematian Keiko.

Namun kemudian, tanpa sadar Ren seolah mengikuti jejak-jejak terakhir yang Keiko tinggalkan. Ia mengisi posisi pekerjaan Keiko di kursus bimbingan belajar Yotsuba. Ia bahkan menerima syarat aneh untuk tinggal di rumah politisi terkemuka, di kamar yang sebelumnya ditempati Keiko.

Gadis kecil yang terus-menerus muncul dalam mimpi, seorang siswi bimbingan belajar yang agresif, suasana suram, penuh misteri dan teka-teki sepanjang menyusuri Akakawa, membuat Ren penasaran ingin mengetahui apa yang sebenar-benarnya terjadi pada malam Keiko terbunuh.

***

Rencana Ren Ishida yang tadinya hanya akan tinggal sebentar di Akakawa berubah. Kematian sang kakak, Keiko Ishida membuat Ren memutuskan untuk menguak misteri pembunuhannya. Siapa yang membunuhnya? Mengapa Keiko dibunuh? Siapa orang yang begitu tega menusuk Keiko dan meninggalkan tubuhnya begitu saja dalam keadaan mata tertutup dan tangan diikat?

Ditemani Honda (rekan kerja Keiko semasa hidup), Ren mencoba mencari potongan-potongan misteri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik pembunuhan Keiko. Selama tinggal di Akakawa, Ren akhirnya menggantikan Keiko untuk mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar. Ren pun tinggal di sebuah kamar di rumah  milik keluarga Katou yang dulunya ditempati oleh Keiko.

”Ingatlah, Ren, kesedihan itu sendiri tak akan menyakiti siapa pun. Hal-hal yang kaulakukan ketika sedang sedihlah yang bisa menyakitimu dan orang-orang di sekitarmu.”
(hlm. 127)

Selama tinggal di Akakawa, Ren terus didatangi sesosok gadis kecil dalam mimpinya. Gadis kecil Kucir Dua itu membuat perasaan Ren tak tenang. Dia terus bertanya-tanya siapa gadis kecil tersebut dan apa hubungannya dengan dirinya.

Kota Akakawa memang memiliki misterinya sendiri. Orang-orang yang tinggal di dalamnya menyimpan banyak rahasia. Keluarga Katou yang memberikan pemondokan gratis untuk Keiko (dan kemudian untuk Ren) ternyata memiliki kisah kelam. Kesepakatan yang pernah dibuat oleh Keiko dengan keluarga Katou agar dapat tempat tinggal gratis ternyata menyimpan luka. Seorang gadis yang menjadi murid Ren pun bertingkah aneh, bahkan sang ayah gadis juga ternyata mempunyai rahasia yang begitu menyakitkan. Pemilik hotel yang pernah ditempati Ren juga punya masa lalu yang begitu pahit. Tetangga Ren juga ada yang memiliki sikap begitu misterius. Perempuan yang menyembunyikan sesuatu dari Ren hingga kemudian memberi info yang begitu penting untuknya. Bahkan Honda yang selalu menemaninya di Akakawa juga punya kisah yang tadinya ia pendam sendiri.

Penuh teka-teki, Rainbirds seolah membawa kita pada sebuah lorong untuk kemudian mengumpulkan kepingan demi kepingan cerita untuk disatukan. Kita akan ikut dibawa merasakan hawa dan atmosfer kota Akakawa yang begitu misterius. Menguak misteri kematian Ren membuat kita terus penasaran hingga akhir.

Begitu banyak fakta mengejutkan dari setiap misteri dan rahasia dari tokoh-tokoh yang dihadirkan di novel ini. Ada kesedihan, kepahitan, dan hati yang kelam. Tapi  juga ada kehangatan, kasih sayang, dan juga cinta yang bisa kita rasakan dari cerita di novel ini. Terlebih ketika Ren kembali mengingat kenangan indahnya bersama Keiko saat masih kanak-kanak. Begitu terkejutnya Ren ketika ada sebuah rahasia yang baru terbongkar ketika Keiko sudah meninggal.

Rainbirds merupakan novel debut Clarissa Goenawan yang menjadi pemenang di The Bath Novel Award 2015. Setelah membaca novel ini, jadi tak sabar untuk menantikan karya-karyanya yang berikutnya. Rainbirds benar-benar memberi pengalaman membaca yang begitu berkesan dan membekas di hati.

(vem/nda)