Suka Duka Jadi Fashion Stylist, Ini Tanggapan Erich Al Amin

Fimela diperbarui 20 Apr 2018, 13:04 WIB

Saat ini, kesetaraan antara pria dan wanita memang sering kali menjadi topik pembicaraan. Baik pria dan wanita, dua-duanya telah memiliki kesempatan sama untuk meraih prestasi terbaiknya. Kedua-duanya juga memiliki kesempatan sama untuk menjalani karir sesuai passion yang dimiliki masing-masing. Termasuk passion untuk menjadi seorang  fashion stylist.

Menjadi seorang fashion stylistsaat ini tak hanya digeluti para wanita saja. Para pria juga memiliki kesempatan yang sama. Bahkan, beberapa pria telah berhasil menjadi fashion stylist yang begitu terkenal dan mengagumkan. Seperti halnya sosok Erich Al Amin.

Sosok Erich Al Amin merupakan fashion stylist langganan para selebriti tanah air. Tentunya, pria yang satu ini lebih dikenal sebagai seorang penata busana dari penyanyi Nindy. Yup, penampilan unik seperti memakai piyama hingga anting miniatur bungkus snack merupakan ide dari Erich!

Dalam kesempatan kali ini, membahas tentang Kartini Dalam Lelaki, Erich sempat bercerita mengenai suka duka yang ia alami selama menjadi seorang stylist. Selain itu ia juga berbagi pengalaman hingga menjelaskan secara rinci tentang detail pekerjaan para penata busana. Yuk simak semuanya di sini!

Suka Dunia Fashion Sejak Kecil dan Dukungan Keluarga

Tim Kapanlagi.com mendapat kesempatan untuk berbincang singkat dengan sosok fashion stylist langganan penyanyi Nindy yakni Erich Al Amin. Pria yang dikenal lewat pilihan busana uniknya ini bercerita awal mula dirinya bisa menjadi seorang stylist. Selain itu, ia juga menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih profesi di bidang yang memang didominasi perempuan ini.

"Dari kecil aku sudah suka fashion. Tapi tidak pernah terpikir kalau ini akan menjadi sumber mata pencaharian. Aku baru sadar ketika sudah dewasa kalau apa yang aku kerjakan ini ternyata memang passion dan bisa menghasilkan uang," ujarnya.

"Makin ke sini, makin sadar kalau aku seperti mengerjakan hobi yang dibayar. Karena sudah nyaman, akhirnya aku lanjutkan dan lebih serius dalam menjalaninya. Jadinya sekarang punya tantangan tersendiri dan target yang mesti dicapai sebagai seorang fashion stylist agar lebih berkembang," jelas Erich.

Selain itu, Erich juga menjelaskan bagaimana reaksi orang-orang sekitar tentang dirinya yang memilih untuk bekerja sebagai seorang stylist. Ia mengaku kalau memang mendapat dukungan sepenuhnya dari pihak keluarga. "Alhamdulillah saya lahir dari keluarga yang support saya 100% dalam pekerjaan ini. Mereka membebaskan saya untuk menjalani hal yang saya sukai selama tidak merugikan orang dan bertanggung jawab.

Detail Pekerjaan Seorang Fashion Stylist

Di balik penampilan menarik dari para selebriti atau model memang terdapat banyak orang yang berjasa. Salah satunya tentu ada stylist yang memilihkan baju kece untuk dikenakan oleh klien mereka. Namun tentunya bukan itu saja hal yang dilakukan oleh mereka. Lantas seperti apa sih detail pekerjaan fashion stylist? Yuk simak penjelasan dari Erich!

"Sebagian orang masih belum paham profesi fashion stylist. Mereka berpikiran kalau pekerjaan ini tidak cocok untuk pria. Fashion stylist tidak mengenal gender karena pekerjaan ini didasari oleh selera seseorang. Jadi jika kita memiliki selera yang bagus, siapapun itu cewek atau cowok bisa jadi fashion stylist," jelasnya.

"Ada juga yang menganggap kalau profesi fashion stylist itu menjual baju. Sering banget ada yang nanya aku bisa transfer ke mana kalau mau beli baju yang aku pakaikan ke artis yang aku handle. Ada juga yang berpikiran kalau fashion stylist itu sama dengan make-up artist (bisa mendandani wajah)," curhat Erich. Ternyata fashion stylist memiliki banyak peran penting dalam penampilan. Mereka juga yang menentukan bagaimana image dari seorang selebriti atau model yang ingin ditunjukkan kepada publik.

"Padahal fashion stylist itu adalah orang yang bertanggung jawab atas pemilihan outfit yang dikenakan oleh klien/selebriti. Fashion stylist juga yang berandil besar dalam menentukan image klien/selebriti tersebut. Sebelum make-up dan model rambut dikerjakan oleh para MUA & Hair Stylist, fashion stylist-lah yang menentukan model atau mood-nya mau seperti, " ujarnya.

Fashion Stylist Kini Didominasi Pria

Kalau diperhatikan, orang-orang yang berada di balik penampilan mempesona para selebriti sekarang ini memang kebanyakan merupakan para pria. Banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Lantas bagaimana tentang pendapat Erich?

"Pertanyaannya agak susah sih hahaha mungkin memang lagi moment-nya aja. Atau mungkin karena stylist cewek itu dianggap masyarakat sudah biasa. Tapi stylist-stylist cowok ini yang lebih 'terlihat' karena seperti yang aku bilang tadi, fashion stylist itu masih dianggap sebagai pekerjaan perempuan," ungkapnya.

Meski begitu Erich tak memungkiri kalau sebenarnya banyak juga fashion stylist perempuan di luar sana. "Sebenarnya banyak kok di Jakarta stylist-stylist perempuan hebat yang aku kenal seperti Ajeng Dewi Svastiari, Dewi Utari, Reynintha, Vannie Astecat dan lain-lain.

Lebih lanjut lagi, Erich juga sempat mengungkapkan perbedaan antara fashion stylist pria dan wanita. Hal yang terlihat oleh Erich merupakan masalah teknis seperti saat ganti baju bila memiliki klien lawan jenis. "Paling kalau fashion stylist pria, ketika dapat klien-nya wanita dan ingin ganti baju, mereka akan mengganti baju sendiri tanpa bantuan kita (begitu juga sebaliknya kalau fashion stylist-nya wanita tapi klien-nya pria)," tutur Erich.

Suka dan Duka Menjadi Seorang Fashion Stylist

Tak bisa dipungkiri kalau setiap pekerjaan tentunya menghadirkan suka dan duka bagi mereka yang melaksanakannya. Tak terkecuali juga dengan para fashion stylist. Meski terlihat hidup mewah dan bisa bergaul bareng para selebriti ternyata, ternyata banyak hal yang kurang menyenangkan dialami oleh Erich Al Amin.

"(Duka) Banyak. Mulai dari ditolak peminjaman oleh suatu brand atau designer. Busana yang tidak muat atau pilihan kita ditolak oleh klien atau selebriti. Jam kerja yang melelahkan. Deadline yang padat dan masih banyak lagi," aku Erich.

"Suka-nya mulai dari pekerjaan kita yang diapresiasi banyak orang. Nama kita dikenal. Kita jadi punya akses backstage. Kenalan sama orang-orang hebat di dunia entertainment. Dipercaya oleh designer untuk duduk di front-row dan lain-lain," katanya.

Sekarang ini komentar para haters memang tak hanya didengar oleh public figure. Ternyata orang-orang di balik layar juga sering membaca dan mendengarkan komentar tak pedas soal karya mereka. Hal yang juga nampaknya terjadi kepada Erich. "Komentar negatif biasanya datang dari para orang-orang yang kurang setuju dengan apa yang kita pilihkan untuk selebriti tersebut. Tapi aku tidak mau ambil pusing karena fashion itu luas dan kita tidak bisa membahagiakan semua orang. Selera dan pengetahuan fashion setiap orang berbeda-beda," jelasnya

Lebih lanjut lagi, Erich juga memberikan contoh soal karyanya yang jadi perbincangan. Mulai dari pilihan baju piyama untuk Nindy hingga busana kekinian yang membuat image dari pedangdut Ayu Ting Ting berubah total.

"Styling-an piyama aku buat Nindy banyak dikomentari orang karena mungkin memang itu tidak lazim untuk di Jakarta. Padahal di luar negeri itu hal yang biasa. Atau ketika Ayu Ting Ting aku dandani dengan gaya yang berbeda, semua orang pada kaget. Padahal itulah gunanya fashion stylist. Mengubah image seseorang," tambahnya.

Harapan dan Saran Untuk Para Pria Yang Ingin Jadi Fashion Stylist

Sekarang ini memang banyak anak muda, khususnya para pria juga yang memang sudah menunjukkan ketertarikan untuk bekerja di bidang fashion. So, bagaimana saran Erich untuk mereka yang ingin memulai karir sebagai fashion stylist?

"Tetap semangat dan jangan pernah menyerah! Ingat kalau semua butuh proses. Jangan pernah gengsi untuk memulainya dari menjadi asisten fashion stylist. Karena dari situ kita bisa tahu bagaimana cara kerja seorang fashion stylist dan karena pekerjaan ini semakin berkembang, usahakan agar kita memiliki ciri atau khas yang berbeda dari stylist lain," jelasnya.

"Buatlah klien kita suka dan nyaman dengan apa yang kita pilihkan untuk mereka. Jangan pernah bosan juga untuk mencari inspirasi atau referensi agar wawasan fashion kita lebih luas," lanjut Erich.

Erich juga punya harapan mengenai dunia fashion untuk dikerjakan para pria. Ia ingin memotivasi kaum muda, khususnya laki-laki agar tak takut terjun ke bidang pekerjaan yang dikuasai oleh perempuan. "Jangan pernah takut untuk melakukan pekerjaan yang identik dikerjakan oleh kaum wanita. Stigma tersebut akan pudar jika kita bisa membuktikan kalau hasil akhir dari pekerjaan tersebut sama bagusnya jika dikerjakan oleh wanita atau malah ternyata lebih maksimal," tuturnya.

Kartini Dalam Lelaki

Sekarang ini memang cukup banyak pria menunjukkan ketertarikannya untuk bekerja di bidang dominasi oleh kaum hawa. Erich sendiri sempat menyebutkan beberapa mata pencaharian yang sekarang memang juga sudah menampilkan sederet nama laki-laki.

"Di zaman sekarang banyak pekerjaan yang identik dengan pekerjaan wanita tapi dapat dengan baik dikerjakan oleh kaum pria. Seperti chef, dokter, fashion designer, fashion stylist, make-up artist, hair stylist dan lainnya," tandasnya.

Ia juga berikan komentar soal Kartini Dalam Lelaki atau pria-pria bekerja di bidang yang dikuasai perempuan. Bagi Erich, apa pun pekerjaan memang tak memandang orientasi seksual. Terlebih lagi kalau sudah dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

"Perlu diingat kalau profesi apapun itu tidak memiliki pengaruh terhadap orientasi seksual seseorang. Apapun pekerjaannya, apapun orientasi seksual seseorang, jika memang dikerjakan dengan passion dan tanggung jawab pasti akan mencapai hasil yang maksimal," pungkasnya.

Well ladies, kalau Erich seorang pria saja bisa menjadi fashion stylist dengan karya-karya yang mengesankan, sebagai kaum wanita yang suka dandan setidaknya kita juga bisa menentukan fashion kita ya. Apapun pekerjaan kamu saat ini, terus semangat, jadilah seseorang yang pekerja keras dan tak mudah pantang menyerah. Selamat menyambut Hari Kartini.

Sumber:  KapanLagi.com

(vem/mim)
What's On Fimela