Ibu Hamil Sebagai Perokok Pasif Cenderung Melahirkan Bayi dengan Masalah Perilaku

Fimela diperbarui 11 Jul 2013, 23:02 WIB

Sudah banyak yang mengetahui bahwa rokok dapat memberikan berbagai masalah kesehatan, terutama pada ibu hamil. Bahkan bahaya rokok tidak hanya muncul pada para perokok aktif, namun juga pada perokok pasif.

Seperti dilansir oleh babycenter.com, ibu hamil yang terkena paparan asap dari rokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan beberapa masalah sikap dan tingkah laku. Hasil ini didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari University of Pennsylvania School of Nursing.

Eksposur asap atau temabakau semasa kehamilan dapat dikaitkan dengan masalah perhatian dan agresi. Terlebih lagi, janin yang terkena paparan asap rokok maupun tembakau juga beresiko memiliki kesulitan dalam membangun kemampuan berbahasa, berbicara, serta memiliki intelegensia yang rendah.

Penelitian tersebut mengikutsertakan 646 pasang anak dan ibu di China, sebuah negara di mana 70 persen dari penduduk prianya merokok. Informasi peserta penelitian dianalisis dan ditemukan bahwa 25% dari bayi yang terkena eksposur asap semasa di dalam rahim memiliki masalah tingkah laku.

Selain itu, bayi tersebut juga cenderung memiliki hasil buruk dalam uji perilaku. Di sisi lain, wanita yang tidak terkena paparan asap dan tembakau selama hamil hanya memiliki resiko sebanyak 16% untuk melahirkan bayi dengan masalah perilaku.

Meskipun ditemukan adanya kecenderungan gangguan perilaku, masih belum dipastikan apakah rokok dan gangguan perilaku merupakan hubungan sebab akibat. Tetapi mencegah tetap jauh lebih baik.

Oleh: Wahyu Wienanda

(vem/tyn)