Cerita di Balik Tradisi Pernikahan

Fimela diperbarui 03 Sep 2013, 19:20 WIB

Selalu saja ada cerita tersembunyi di balik setiap tradisi yang berkembang di masyarakat termasuk tradisi pernikahan. Misalnya saja tradisi memakai kerudung yang dipercaya mampu mengusir roh jahat. Ingin tahu tradisi lainnya beserta cerita di baliknya? Simak ulasan berikut yang dirangkum dari people.howstuffworks.com.

• Buket Bunga
Tahukah anda bahwa pada jaman dahulu pengantin wanita tidak membawa buket bunga melainkan bawang putih serta daun herbal yang wangi? Tradisi ini bermula saat wabah penyakit menyebar di seantero Eropa yang menyebabkan orang-orang menggunakan bawang putih untuk menutupi hidung dan mulut mereka agar dapat bertahan hidup.

Tetapi, seiring dengan perkembangan jaman dan hilangnya wabah penyakit, masyarakat sudah tidak menggunakan bawang untuk dibawa pengantin wanita. Supaya terlihat cantik dan menarik, pengantin wanita membawa buket bunga yang indah dan semerbak wanginya.

• Bulan Madu
Jika anda mengaitkan bulan madu dengan tradisi yang berkembang di masyarakat, maka bulan madu merupakan saat-saat di mana pengantin pria membawa kabur pengantin wanita. Hal ini berkaitan dengan janji saat upacara pernikahan yang berbunyi “Maukah engkau menerima wanita ini?”, maka pengantin pria pun menerima sang wanita dengan cara membawanya pergi.

Dalam tradisi yang berkembang pada masyarakat Skandinavia, pengantin wanita dan pria harus melarikan diri dari rumah selama 30 hari. Pada masa bersembunyi ini, keluarga serta teman mereka membawa anggur madu pada pengantin yang sedang bersembunyi setiap harinya sehingga saat-saat bersembunyi ini disebut dengan ‘bulan madu’.

Oleh: Lies Nureni

(vem/rsk)
What's On Fimela