Obat Gatal Kadang Bisa Jadi Obat Lupus

Fimela diperbarui 08 Sep 2013, 20:01 WIB

Hai, sudah menguasai ilmu tentang lupus dari segmen-segmen sebelumnya? Lupus memang mirip dengan gatal-gatal karena juga berwarna kemerahan seperti orang terkena alergi. Terlebih lagi fakta medis menambahkan kalau penderita lupus memiliki riwayat alergi, kemerahan yang menyebar, dan efek samping dari obat.

Tapi Ladies, memang susah sih untuk membedakan mana yang gatal biasa/alergi dan lupus. Makanya, dibutuhkan bantuan dokter atau tim medis untuk mendiagnosanya, tidak hanya dengan diagnosa sendiri.

Sehubungan dengan sulitnya pendiagnosaan gatal dan lupus, ada beberapa obat gatal seperti yang dilansir di laman londonlupuscentre.co.uk, yang terkadang bisa pulihkan gatal karena lupus. Perlu diingat, ini hanya untuk kebutuhan informasi saja, bukan anjuran medis karena memiliki efek samping tertentu untuk tubuh.

1- aspirin biasanya diminum oleh penderita yang gejala awalnya adalah rematik atau pegal linu. Namun, obat ini terkenal karena tidak bisa dicerna, bahkan untuk beberapa orang bisa mengakibatkan sakit di perut. Sekali lagi, tidak semua orang bisa cocok dengan obat ini, maka diperlukan ‘uji coba’ sendiri untuk ketahui efeknya bagi tubuh.

2- obat anti-malaria seperti chloroquine phosphate (Nivaquine), Mepacrine (Quinacrine Atabrin) dan hydrozychloroquine (Plaquenil) dipercaya bertahun-tahun untuk membantu mengobati lupus. Biasanya obat ini diminum oleh mereka yang gejalanya berupa penyakit kulit dan persendian. Namun, obat ini juga bisa berefek samping jika diminum dengan dosis yang besar.

3- Steroid merupakan obat yang berhasil ketika awal mula diujikan pada penyakit lupus. Steroid ini diketahui tidak memiliki efek samping namun tetap harus diwaspadai.

Kamilah

(vem/ova)
What's On Fimela

Tag Terkait