Apa Dampaknya Hukuman Fisik dalam Mendidik Disiplin Anak? (I)

Fimela diperbarui 19 Mar 2014, 09:39 WIB

Mendidik disiplin anak yang benar adalah membuat anak sadar dan paham untuk mengendalikan dirinya, sehingga dia tahu mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah. Mendidik disiplin anak yang keliru adalah membuat anak patuh karena dia takut dihukum.

Contoh sederhananya nih Bunda seperti dilansir dari pubs.ext.vt.edu, bila mendidik disiplin anak benar, anak akan bersikap jujur karena dia tahu bahwa berbohong itu tindakan tercela. Bila mendidik disiplin anak salah, anak akan bersikap jujur karena takut dimarahi Bunda dan takut ketahuan apabila berbohong.

Hukuman itu ada empat macam Bunda, yaitu:
- hukuman fisik (menampar, memukul, menjewer, dan lain-lain);
- hukuman verbal (mengejek, mempermalukan, berkata kasar, dan lain-lain);
- menunda hadiah (“Kamu tidak boleh menonton televisi bila PR belum selesai”); dan
- hukuman denda (“Karena kamu memecahkan kaca, uang sakumu Bunda kurangi”).

Dua hukuman pertama yaitu hukuman fisik dan hukuman verbal adalah cara mendidik disiplin anak yang sangat keliru. Sedangkan hukuman sisanya yaitu menunda hadiah dan hukuman denda, bisa jadi cara mendidik disiplin anak yang benar, bisa juga cara mendidik yang salah, tergantung bagaimana Bunda mengelola dua hukuman tersebut.

Hukuman fisik tidak baik dilakukan pada anak, karena akan berdampak buruk pada pola pemikiran anak. Anak akan berpikir bahwa apabila ada masalah, tindakan fisik adalah cara yang diperbolehkan untuk menyelesaikan masalah itu.

Hukuman verbal juga tidak baik, karena akan membuat anak minder dan akan menghancurkan konsep diri anak.

Di artikel selanjutnya akan dibahas secara detail mengapa hukuman fisik tidak efektif untuk mendidik disiplin anak beserta dampak yang ditimbulkan dari memberi hukuman fisik. Simak terus ya Bunda!


Oleh: Andrian Bayu Krisna

(vem/ver)
What's On Fimela

Tag Terkait