Penyembuhan Hepatitis B Pada Ibu Hamil – Trimester Pertama

Fimela diperbarui 23 Apr 2014, 07:32 WIB

Menjaga kesehatan ibu hamil memang sangat penting, karena tak banyak obat yang aman dikonsumsi wanita yang tengah mengandung, tanpa membahanyakan sang janin. Namun tak jarang pula pasien yang menderita penyakit Hepatitis B diketahui hamil di tengah proses terapi. Bila ini terjadi, maka sang calon ibu sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk menentukan terapi penyembuhan Hepatitis apa yang perlu ia jalani, agar baik diri dan bayinya, dapat terselamatkan.

Langkah pertama untuk penanganan pasien Hepatitis B yang ternyata hamil adalah memutuskan apakah sang ibu akan meneruskan terapi sepanjang durasi kehamilan, atau terapi tersebut harus dihentikan segera. Karena pada saat hamil, kesehatan ibu dan anak harus diperhitungkan seksama dan terpisah.

Dari sudut pandang janin, maka konsentrasi terbesar adalah pada resiko efek obat-obatan pada awal embriogenesis. Sementara itu dari sudut pandang kepentingan calon ibu, konsentrasi terbesar adalah apakah menghentikan atau mengubah rencana dan strategi penyembuhan dapat mempengaruhi kondisi organ hati, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Secara general, jika sang calon ibu menderita fibrosis yang cukup signifikan, terapi harus tetap dilanjutkan karena resiko dari penghentian terapi dapat membahayakan penyakit hatinya. Dengan demikian, kondisi fetusnya akan dalam bahaya pula. Penanganan terbaik yang dihasilkan dari diskusi yang tepat akan dapat membantu menyelamatkan calon ibu dan janinnya.

Oleh: Chrysant Kirana

(vem/ver)
What's On Fimela