Fakta Penting di Balik Tanda Hamil “Morning Sickness”

Fimela diperbarui 24 Apr 2014, 22:04 WIB

Salah satu hal yang mampu menghancurkan kegembiraan saat mengetahui Anda hamil adalah “morning sickness” atau merasa mual pada pagi hari. Salah satu tanda hamil ini memang banyak membuat wanita menjadi kerepotan.

Bahkan dilangsir dari laman webmd.com, seorang wanita bernama Deborah Wood harus sampai membawa kantung plastik kemanapun ia pergi untuk berjaga-jaga terjadinya rasa mual. Dan parahnya, terdapat kurang lebih 90% wanita yang mengalami hal yang serupa dengan Deborah.

Menurut Dr. Jennifer Niebyl dari University of Iowa, kebanyakan wanita mengalami rasa mual sekitar empat bulan pertama masa kehamilannya. Namun, tak sedikit pula yang mengalami rasa mual yang berkepanjangan, hingga sampai detik-detik melahirkan.

Dalam mengatasi morning sickness ini setiap wanita memiliki cara yang berbeda-beda. Namun, entah mengapa kebanyakan Bunda merasa rasa mualnya sedikit menghilang ketika mereka mengkonsumsi lemon atau makanan-makanan yang cendurung mempunyai rasa asam.

Para dokter pun masih belum terlalu mengerti penyebab dari terjadinya morning sickness. Namun, beberapa teori pernah mengatakan bahwa rasa mual yang sering dirasa oleh wanita hamil merupakan sebuah reaksi tubuh terhadap hormon yang meningkat, yaitu hormon human chorionic gonadotropin atau hCG.

Hormon tersebut memang akan meningkat selama kehamilan. Namun bersyukurlah Bunda jika Anda mengalami morning sickness ini. Karena penelitian menunjukkan bahwa wanita yang hanya sedikit mengalami mual akan rentan terhadap keguguran.

Menurut penjelasan Dr. Niebyl dari University of Iowa, morning sickness terjadi karena banyaknya hormon hCG dalam tubuh. Sedangkan wanita yang mengalami keguguran cenderung memiliki tingkat hCG yang lebih sedikit.

Oleh: Ratna K.D

(vem/ver)
What's On Fimela