Seks saat Mens dan Masalah saat Perimenoupouse

Fimela diperbarui 26 Mei 2014, 15:03 WIB

Ladies, ingin bercinta saat datang bulan tapi takut menderita gangguan kesehatan? Mungkin ada benarnya lho, Ladies. Di artikel lainnya, 'Kenali Resiko Seks saat Mens' kita sudah membahas bahwa hal itu meningkatkan resiko Anda dan Pasangan untuk tertular ataupun menularkan Penyakit seksual bahkan HIV. Sekarang, kita akan membahas bagaimana kebiasaan seks saat mens berpengaruh pada masa perimenoupouse.

Menurut athenainstitute.com, pada tahun 1996, Dr. Winnifred Cutler dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa berhubungan suami istri saat mens berkaitan dengan pola pendarahan hebat seorang wanita di saat masa perimenopause-nya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa setengah dari sampel mengalami peningkatan jumlah darah mens pada 7 tahun masa transisi menuju masa menoupause. 83 persen dari wanita itu mengaku sering berhubungan suami istri saat mens.

Jadi, ternyata berhubungan suami istri di saat mens disinyalir mampu menyebabkan seorang wanita mengalami pendarahan hebat mendekati masa perimenoupause-nya.

Kalau sudah demikian, Ladies. Hysterectomy, dan ovariectomy adalah penanganan yang paling sering dilakukan oleh dokter. Ladies tahu apa itu? Hysterectomy adalah pengangkatan rahim, sedangkan ovariectomy adalah pengangkatan ovarium.

Intinya, wanita yang menderita pendarahan seperti itu harus dioperasi! Penemuan ini mengejutkan, Ladies. Kenapa? Karena menurut sumber-sumber yang lain berhubungan suami istri selama mens itu tidak mengundang masalah kesehatan.

Tapi perlu Ladies pahami juga bahwa di dunia sains tidak ada yang tetap, semua berubah seiring temuan-temuan penelitian. Jadi, masih mau bercinta saat mens?

 

Oleh: Sahirul Taufiqurrahman

(vem/riz)
What's On Fimela