Tahi Lalat Biasa atau Ciri Kanker Kulit ya? Kenali Yuk!

FimelaDiterbitkan 25 Juni 2014, 06:44 WIB

Memiliki lebih dari satu tahi lalat hidup memang normal bagi sebagian orang, tapi dalam beberapa kasus, tahi lalat hidup ini bisa jadi merupakan ciri kanker kulit lho laides, apalagi jika bentuknya atipikal. Dysplastic Nevi (tahi lalat atipikal) adalah tahi lalat hidup yang tidak biasa yang dapat menyerupai melanoma ladies. Yep.

Seperti dijelaskan www.skincancer.org, orang-orang yang memiliki tahi lalat atipikal berada pada peningkatan resiko terkena melanoma, karena tahi lalat atipikal ini merupakan ciri kanker kulit. Semakin banyak seseorang memiliki tahi lalat atipikal ini, semakin tinggi resikonya terkena melanoma. Tahi lalat atipikal ini ditemukan secara signifikan pada penderita melanoma.

Laporan medis menunjukkan bahwa sekitar 2 sampai 8 persen dari populasi Kaukasia memiliki tahi lalat tersebut, dan mereka terbukti terkena melanoma. Untuk membedakan tahi lalat hidup yang normal dengan tahi lalat yang merupakan ciri kanker kulit melanoma dapat dilihat berdasarkan tiga karakteristik di bawah ini:

- Jumlah tahi lalat 100 atau lebih
Jika Anda memiliki tahi lalat tumbuh berjumlah 100 atau lebih, Anda perlu curiga bahwa itu merupakan ciri kanker kulit melanoma dan bukanlah hal yang normal. Segera menghubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis.

-Satu atau lebih tahi lalat berdiameter 8mm (1/3 inci) atau kebih
Jika terdapat satu atau lebih tahi lalat dengan diameter 8mm atau lebih pada tubuh Anda, maka bisa jadi itu merupakan ciri kanker kulit dan bukan merupakan tahi lalat normal.

-Satu atau lebih tahi lalat berbentuk atipikal
Tahi lalat normal selalu simetris. Jika Anda mendapati satu aatu lebih tahi lalat berbentuk atipikal, maka Anda perlu curiga ya ladies!

Faktor genetik diduga turut memainkan peranan dalam pembentukan tahi lalat atipikal ini. Orang yang memiliki tahi lalat atipikal dengan riwayat keluarga melanoma (Familial Atypical Multiple Mole Melanoma Syndrome) memiliki resiko sangat tinggi untuk terkena melanoma.

Semoga bermanfaat!

Oleh : Maulisa

(vem/ver)
What's On Fimela