Sukses

Beauty

Jerawat Muncul Saat Puasa, Apakah Karena Pola Makan Sahur dan Berbuka?

ringkasan

  • Jerawat saat puasa dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang.
  • Dehidrasi dan perubahan pola tidur juga berkontribusi pada munculnya jerawat.
  • Puasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi dan keseimbangan hormon bagi kulit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, puasa adalah waktu yang penuh berkah, namun beberapa orang mengalami masalah kulit, seperti jerawat. Pertanyaannya, apakah jerawat muncul saat puasa karena pola makan sahur dan berbuka? Mari kita telusuri lebih dalam.

Jerawat yang muncul saat puasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Selain pola makan, perubahan rutinitas harian, hidrasi, pola tidur, dan tingkat stres juga berkontribusi. Para ahli dermatologi dari luar negeri telah memberikan pandangan mengenai hubungan antara puasa dan kesehatan kulit.

Pola makan saat sahur dan berbuka menjadi salah satu faktor utama. Makanan berminyak, gorengan, dan makanan manis yang berlebihan dapat meningkatkan produksi sebum, menyumbat pori-pori, dan memicu jerawat. Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan lonjakan insulin, yang berperan dalam pembentukan jerawat.

Penyebab Jerawat Saat Puasa

Beberapa faktor yang dapat memicu jerawat selama puasa meliputi:

  • Perubahan Pola Makan: Makanan yang tidak seimbang, seperti kurangnya sayur dan buah, dapat membuat tubuh sulit melawan radikal bebas dan meningkatkan risiko jerawat.
  • Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan selama berpuasa dapat menyebabkan kulit kering, yang memicu produksi minyak berlebih dan menyumbat pori-pori.
  • Perubahan Pola Tidur dan Stres: Jam tidur yang terganggu dapat meningkatkan kadar kortisol, yang memperburuk jerawat.

Tanggapan Ahli dari Luar Negeri

Para ahli dermatologi memberikan pandangan berharga mengenai jerawat saat puasa. Dr. Sherin Attallah menjelaskan bahwa pola makan tinggi glikemik dan berminyak saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan insulin dan peradangan. Sementara itu, Dr. Juwariya Tasneem Syeda menekankan pentingnya menjaga skin barrier agar tidak terganggu, yang dapat menyebabkan kulit meradang dan berjerawat.

Dr. Raja dari Derma Aesthetics London menambahkan bahwa puasa dapat mengubah kadar hormon, yang berkontribusi pada produksi minyak berlebih. Di sisi lain, Amanda Azzopardi menyoroti bahwa puasa juga dapat membantu proses detoksifikasi alami tubuh, yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Manfaat Puasa untuk Kulit

Meskipun ada risiko jerawat, puasa juga memiliki manfaat positif bagi kulit. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Detoksifikasi dan Regenerasi Sel: Puasa dapat membantu membersihkan kulit dari racun dan bakteri penyebab jerawat.
  • Pengurangan Peradangan: Puasa dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang penting dalam perkembangan jerawat.
  • Keseimbangan Hormon: Puasa dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon, termasuk mengurangi IGF-1 yang memperburuk jerawat.

Saran untuk Mencegah Jerawat Saat Puasa

Untuk meminimalkan risiko jerawat saat puasa, beberapa langkah dapat dilakukan:

  • Hidrasi yang Cukup: Minumlah air putih yang cukup antara waktu berbuka dan sahur.
  • Pola Makan Seimbang: Pilih makanan utuh dan tidak diproses, serta batasi makanan manis dan berminyak.
  • Istirahat yang Cukup: Jaga pola tidur yang teratur untuk mendukung regenerasi kulit.

Dengan memahami penyebab dan cara mencegah jerawat saat puasa, Sahabat Fimela dapat menjalani bulan suci ini dengan lebih nyaman dan sehat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading