Kenali Polahi, Suku Inses Pedalaman Indonesia

Fimela diperbarui 12 Jul 2014, 12:42 WIB

Pernahkah Anda mendengar mengenai suku Polahi? Jika belum, lansiran dari laman nationalreload.com bisa membuat Anda tertarik dengan kebudayaan inses yang masih saja dianggap hal biasa oleh suku yang tinggal nomaden di pedalaman Gorontalo ini.

Seperti yang Anda tahu, di Indonesia perkawinan antar saudara kandung adalah hal yang terlarang atau pantangan. Namun sepertinya itu tidak bagi suku Polahi. Jumlah penduduk kampung yang minim dan pendidikan rendah membuat orang-orang Polahi menganggap perkawinan inses adalah hal normal untuk bertahan hidup.

Menurut regional.kompas.com, dalam adat suku Polahi, seorang ayah yang menikah dengan anak perempuannya atau ibu yang menikahi anak laki-lakinya adalah hal yang wajar. Tanpa perlu tata cara susah, hanya perlu kedua calon suami istri dimandikan dengan air sungai, dibacarakan mantra dan sudah dianggap menikah serta sah.

Hal ini pasti membuat Anda tertegun, karena di Polahi jika seorang kakak tiba-tiba merasa cinta dengan kakak kandungnya, maka itu adalah sebuah hal yang bukan tabu layaknya apa yang terjadi di kalangan masyarakat lainnya.

Lokasi tinggal yang jauh dari kehidupan modern, membuat Polahi tidak tahu etika sosial dan agama. Meskipun kini dampak buruk perkawinan inses suku Polahi belum ditemukan seperti yang diketahui bahwa perkawinan sedarah kerap kali menghasilkan keturunan yang cacat, hal ini menjadi sebuah 'tamparan' keras di Indonesia yang jelas memperlihatkan perkembangan belum merata.

 

Oleh: SERA UTAMI WIJAYA L.

(vem/riz)