Dampak bullying Pada Korban

Fimela diperbarui 24 Feb 2015, 19:02 WIB

Bullying terjadi saat bully, disebut juga sebagai penggertak atau penganiaya, mengenali ketakutan dan memanfaatknya untuk membangun kekuasaan, terlihat percaya diri dan stabil oleh atasannya, atau meningkatkan jenjang karir. Yang membuat seseorang menjadi target adalah ketika si bully mengetes target memalui taktik intimidasi dan olok-olokan, mereka diam saja atau tidak langsung melawan. Meski demikian. Bullying adalah tindakan illegal karena menimbulkan dampak-dampak berikut:

• Ketakutan masuk kerja

• Sulit dan kurang tidur

• Depresi

• Terobsesi akan penampilan kerjanya

• Menganggap tindakan si bully rasional dan mulai percaya bahwa mereka memang berhak dianiaya

• Bermasalah di rumah dikarenakan stress berlebih di tempat kerja

Orang-orang dewasa yang dibully biasanya merasa putus asa dan menganggap tidak ada yang bisa dilakukan kecuali bertahan di situasi menyesakkan tersebut. Beberapa orang terpaksa bertahan meski dianiaya terus-terusan karena mereka merupakan tulang punggung keluarga, sehingga itulah satu-satunya cara untuk menghidupi kerluarganya. Beberapa berfikir bahwa kesempatan mendapatkan pekerjaan abru di lingkungan tempat tinggalnya terlalu kecil, atau mereka membutuhkan asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan. Jangan heran pula bila sebagian orang menganggap bahwa dengan mengundurkan diri dari pekerjaan, ia justru membenarkan sikap bullying yang dilakukan kolega atau atasannya.

Meski demikian, kebanyakan orang memang akan membuat pembenaran-pembenaran sendiri atas ketidak sehatan iklim lingkungan kerja. Namun Anda jangan sampai masuk ke epragkap itu. Bila Anda menjadi korban bully atau menyaksikan tindakan bullying di lingkungan kerja Anda, maka Anda harus segera mengambil tindakan yang benar.

Sumber: howstuffworks.com

(vem/ver)