Mengapa Ibu Marah? Bahan Refleksi Ibu

FimelaDiterbitkan 25 Juni 2015, 18:58 WIB

Seringkali ibu pusing melihat tingkah anaknya yang dinilai sebagai tindakan yang nakal. Tapi nih Bunda, pernahkah Anda mencoba untuk mengingat kembali bahwa anak Anda terlahir seputih kapas tanpa noda, lalu dia hidup di bawah asuhan Anda, Bunda. Nah, jika sudah begitu, maka kemungkinan yang perlu dikoreksi adalah bagaimana cara mengasuh Anda nih, Bunda.

Sebagaimana disalir dari laman Supernanny.co.uk, disebutkan bahwa seorang anak marah karena pernah atau bahkan sering menyaksikan orangtua dan siapapun di sekitarnya marah tanpa ada konsekuensi yang tepat. Sedangkan nih Bunda, dari perspektif orangtua, terkadang orangtua marah karena mereka menganggap anaknya nakal dan tidak penurut.

Sebagai contoh nih Bunda, mungkin saja Anda pernah mengalaminya, ketika Anda sekeluarga akan pergi ke acara keluarga. Anda pun menggantikan pakaian anak Anda dan merapikannya dulu, baru kemudian Anda mempersiapkan diri Anda sendiri. Dengan begini, menurut Anda, Anda akan lebih tenang jika mempersiapkannya terlebih dulu, lalu bisa bercepat-cepat mempersiapkan diri sendiri.

Lalu nih Bunda, ketika Anda sudah siap, ternyata Anda telah mendapati anak Anda kotor dengan tanah. Pakaian dan badannya yang tadinya bersih menjadi kotor tak keruan, padahal jam untuk berangkat sudah mepet sekali. Wah, hectic nih, Bunda.

Saat itu akhirnya Anda marah karena Anda tahu Anda harus mulai membersihkannya lagi dari awal. Anda pun akan mengomel bahwa anak Anda tak penurut dan selalu merepotkan orangtua. Anda pun menuduhnya sengaja mengotori bajunya agar tak berangkat.

Tapi coba deh Bunda renungkan sejenak. Sebagai seorang anak yang memiliki kemampuan sabar yang masih pendek, apa yang mungkin dilakukannya ketika ibunya berdandan terlalu lama. Dan karena dia tak ingin mengganggu orangtuanya, dia pun mencari kesibukan lain, tanpa tahu bahwa dia seharusnya tak berkotor-kotor.

Nah Bunda, jika sudah demikian, salah siapa, dong? Anda tidak akan menyalahkan anak Anda terus-menerus kan, Bunda? Karena memang jika sudah ditelusuri nih, setiap anak akan punya alasan dari setiap sikapnya, dan pada akhir ujungnya Anda bisa dapati bahwa salah satu penyebabnya adalah orangtua nih, Bunda; ironis.

Untuk itulah Bunda, jika nanti Anda mendapati anak Anda bertingkah seperti anak ‘nakal’ lagi, maka yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah mengontrol diri. Pastikan Anda tidak memarahinya atau mengatakan kata yang kurang pantas didengar anak yang masih banyak belajar ini.

Setelah itu Bunda, Anda perlu menanyainya secara tepat apakah dia demikian karena sesuatu yang mengganggunya, atau mungkin karena ada yang diinginkannya. Jika sudah tahu sebabnya, bukankah Anda bisa lebih tepat menyelesaikannya?

Oleh: Kamilah

(vem/ver)
What's On Fimela