Ayam Kampung atau Ayam Potong, Lebih Baik Mana?

Febi Anindya Kirana diperbarui 14 Jan 2019, 09:16 WIB

Fimela.com, Jakarta Belanja bahan makanan untuk keluarga, tentu bukan hanya makanan favorit saja yang harus dipertimbangkan, namun juga kualitas dan tingkat kesehatan bahan makanan tersebut. Menyajikan makanan untuk keluarga bukan hanya enak, namun juga sehat.

Salah satu pertimbangan yang seringkali sulit dilakukan ibu rumah tangga ketika belanja di pasar adalah membeli ayam potong atau ayam kampung. Orang bilang ayam kampung lebih baik, namun di sisi lain ayam pitong lebih murah dan dagingnya empuk. Kira-kira manakah yang lebih baik? Ini yang sebaiknya dilakukan ibu sebelum memutuskan membeli ayam.

1. Kandungan lemak dan air

Tentu ayam potong dan ayam kampung berbeda. Kandungan lemak dan air dalam ayam potong jelas lebih banyak, dan inilah alasan banyak orang yang menghindari lemak akan lebih memilih ayam kampung yang rendah lemak. Namun justru karena kandungan lemak dan air inilah ayam potong memiliki daging lebih empuk saat dimasak.

2. Harga

Dengan waktu pertumbuhan yang cepat dan banyak, serta dan masa panen yang relatif singkat, aam potong memang jauh lebih murah dibandingkan ayam kampung yang tidak banyak jumlahnya. Harga per ekor ayam kampung bisa dua kali lipat dari ayam potong.

3. Ukuran

Ayam kampung umumnya lebih besar dari ayam potong. Ayam kampung lebih padat dan kurus sedangkan ayam potong lebih gendut berlemak. Kulit ayam kampung sendiri berwarna kekuningan dan lebih liat dibanding kulit ayam yang putih pucat dan mudah sobek.

Jika ingin pilihan yang lebih sehat, tentu ayam kampung jadi pilihan utama. Namun jika mempertimbangkan harga dan keempukan daging, tentu ayam potong adalah pilihan terbaik. Meski membeli ayam potong juga bisa memasak dengan sehat, yaitu dengan membuang lemak dna kulitnya.

Nah, jadi manakah yang lebih baik, ayam kampung atau ayam potong? Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan.

What's On Fimela