Cegah Hate Speech dan Hoax, Facebook Lakukan Ini Jelang Pemilu 2019

Vinsensia Dianawanti diperbarui 23 Jan 2019, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Keberadaan Facebook di jaman ini menjadi platform yang baik untuk berkomunikasi dengan publik secara global. Beragam diskusi dan cerita bisa disebarkan dan terhubung dengan dunia melalui Facebook. Jelang Pemilu 2019, Facebook terus digunakan sebagai salah satu media untuk berdiskusi dan menemukan pendapat.

Facebook sendiri percaya bahwa media sosial memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi kekuatan positif bagi demokrasi di seluruh dunia. Khususnya Indonesia. Namun ada saja beberapa orang yang menggunakan Facebook untuk kegiatan yang tidak bertanggung jawab dan mengganggu jalannya proses demokrasi. Untuk itu, Facebook melakukan sejumlah langkah preventif untuk menjaga integritas pemilu. Apa saja?

1. Mengurangi distribusi berita palsu

Bukan hal baru jika jelang pemilu banyak beredarnya berita palsu. Untuk itu, Facebook memprioritaskan unggahan yang bersifat informatif dan menurunkan peringkat hoax dan berita palsu dengan menandainya oleh pihak ketiga. Facebok bekerja sama dengan tim Pemerika Fakta Pihak Ketiga yang mengidentifikasi adanya suatu berita.

Facebook akan mendapat sinyal dari feedback pengguna dan perilaku pengguna dalam sebuah unggahan. Kemudian Facebook akan menandai berita palsu tersebut dengan mengurangi distribusi penyebaran sebanyak 80 persen hingga pengguna sulit untuk mencari berita tersebut.

2. Menekan munculnya akun palsu

Facebook menggunakan machine learning dan artificial intelligence untuk mendeteksi penyalahgunaan, mencegah pembuatan akun palsu, dan mengungkapkan perilaku terkoordinasi yang melenggar dan tidak sesuai dengan Standar Komunitas. Facebook akan mendeteksi perilaku tidak wajar dari akun baru yang tiba-tiba memiliki penambahan pertemanan banyak dan menyebarkan unggahan ke lebih dari 10 grup.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Langkah preventif Facebook untuk cegah hoax

Ini yang dilakukan Facebook untuk tangkal hate speech dan hoax jelang Pemilu 2019 (Foto: Facebook.com)

3. Membuat iklan lebih transparan

Penyebaran hoax dan ujaran kebencian bukan hanya dilakukan melalui penerusan pesan. Namun juga menjadikannya iklan. Unutk itu, Facebook membuat sebuah iklan menjadi lebih transparan. Di mana pengguna bisa mengetahui siapa yang membuat iklan tersebut.

4. Mendukung pemilih yang bijak

Facebook dengan analisa perilaku penggunanya akan mengidentifikasi akun yang dinilai mampu mendukung kegiatan demokrasi secara positif. Facebook pun berusaha membantu para kandidat untuk lebih dekat dengan pemilihnya dan mempelajari isu-isu yang penting. Tak hanya itu, Facebook akan memberikan pengingat untuk melakukan voting yang akan muncul dalam bentuk ikon megaphone di bagian atas Kabar Beranda.

5. Melawan campur tangan asing

Bukan tidak mungkin jika akun palsu dan penyebar hoax dilakukan oleh pihak asing. Untuk itu, Facebook lebih proaktif untuk memantau campur tangan asing dari negara manapun selama pemilihan umum berlangsung. Facebook bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah untuk dapat memahami ancaman campur tangan asing dengan lebih baik.