Cinta Tak Pernah Sederhana, Apresiasi terhadap Puisi Cinta Sastrawan Indonesia

Nizar Zulmi diperbarui 06 Nov 2020, 14:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah pertunjukan menarik bagi pecinta karya sastra akan hadir di pertengahan bulan Maret. Digagas oleh PT Balai Pustaka (Persero)  yang bekerja sama dengan Titimangsa Foundation, konser musikal puisi-puisi cinta bertajuk ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ akan diselenggarakan pada tanggal 16 dan 17 Maret 2019 mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kali ini, Titimangsa Foundation menghadirkan sebuah sajian Konser Musikal Puisi-Puisi Cinta sebagai upaya untuk selalu menghidupkan sastra sehingga pembentukan karakter dan kecintaan pada Tanah Air semakin nyata. Konser musikal ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ ini menampilkan karya-karya yang ditulis oleh para penyair Indonesia seperti Chairil Anwar, Subagio Sastrowardoyo, WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, Wiji Thukul, Acep Zamzam Noor, Joko Pinurbo dan beberapa lainnya.

Sejak awal mula, puisi sering menjadi media ungkapan rasa dan emosi yang dirasakan seseorang kepada seorang lainnya. Efek yang bisa berbentuk keberanian mengolah dan mengungkapkan rasa, bersemangat untuk melakukan sesuatu, tergerak hatinya untuk merasakan cinta yang sesungguhnya. Gejolak cinta yang menggelegak dalam puisi-puisi cinta karya penyair Indonesia itulah yang ingin disorot dan  dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia.

Konser Musikal Cinta Tak Pernah Sederhana (Dok Titimangsa Foundation)

Salah satu puisi yang terdapat dalam pementasan ini adalah puisi karya sastrawan Indonesia Subagio Sastrowardoyo yang merupakan salah satu tokoh penyair penting sastra Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Balai Pustaka. Karya yang dituangkan dalam puisi-puisinya menggambarkan bagaimana manusia menjadi terasing, jauh dari bumi, dan merindukan puisi. Hal ini sangat relevan dengan situasi Indonesia hari ini, ketika manusianya makin terasing karena terjadi bermacam perubahan nilai, guncangan sosial bahkan disrupsi nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Ketika politik menguasai ruang publik, ketika politik sudah begitu membuat masyarakat tegang, maka puisi bisa menjadi angin penyejuk yang menyegarkan. 

“Saya sangat antusias dan senang dalam mempersembahkan pementasan konser musikal kali ini, yang mengambil dari puisi karya penyair Tanah Air. Saya berusaha dapat menghadirkan karya sastra sebagai sesuatu yang dapat akrab dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan, serta dapat terus melestarikan pemikiran-pemikiran yang ingin disampaikan oleh penyair melalui karya-karyanya dan terus menumbuhkan rasa keterkaitan antara karya sastra dengan masyarakat umum,” ujar Happy Salma, Founder Titimangsa Foundation.

Untuk pementasan konser musikal ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ ini menghadirkan pemain yang berdedikasi dalam aktingnya dan telah membuktikan kemampuannya di panggung teater. Mereka di antaranya Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana dan Butet Kartaredjasa. Hadir pula aktor teater kawakan Wawan Sofwan dan Iswadi Pratama.Kemudian penyanyi yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam genre nyanyian masing-masing Daniel Christianto, Sruti Respati, Heny Janawati, dan Pemain Harpa Indonesia Maya Hasan. 

2 dari 2 halaman

Beri Ruang untuk Generasi Muda

Konser Musikal Cinta Tak Pernah Sederhana (Dok Titimangsa Foundation)

Pementasan konser musikal ini merupakan kolaborasi antara Agus Noor sebagai sutradara dan penulis naskah, Happy Salma sebagai produser, Bintang Indrianto sebagai penata music, Iskandar Loedin sebagai penata artistic, Josh Marcy sebagai koreografer, Aktris Handradjasasebagai penata rias dan Hagai Pakan sebagai penata kostum. Pementasan kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya karena adanya sebuah kolaborasi antara seni pertunjukan dengan fashion. Pemain dalam pementasan ini akan mengenakan busana yang khusus dibuat oleh designer Biyan dan menggunakan kain tenun Baron.

“Sesuai dengan visi dan misi Balai Pustaka untuk mengedepankan generasi cerdas dan membangun karakter bangsa yang berbudaya sehingga menghasilkan Pementasan konser musikal ini yang merupakan hasil kolaborasi Balai Pustaka bersama Titimangsa Foundation yang digali oleh para kreator serta menghadirkan nama-nama yang telah berprestasi di layar lebar, dan keikutsertaan mereka memberikan warna segar untuk menampilkan adaptasi yang berbeda di atas panggung. Semoga konser musikal puisi-puisi ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ ini memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya,” ujar Direktur PT. Balai Pustaka (Persero), Achmad Fachrodji

Untuk konser musikal ini, terbagi dalam 5 kelas dengan harga tiketnya yaitu VVIP Rp. 1,5 juta; VIP Rp 1 juta; Kelas 1 Rp. 800 ribu dan Kelas 2 Rp 350.000 dan Kelas 3 Rp. 250.000. Untuk pembelian tiket dapat mengunjungi website www.titimangsa.or.id atau www.tiket-titimangsa.com setiap hari dari pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.