#BalanceforBetter Jadi Tema International Women's Day 2019

Karla Farhana diperbarui 06 Mar 2019, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Pada 8 Maret 1911, ketika International Women's Day (IWD) pertama kali dirayakan dengan aksi pawai yang diikuti oleh lebih dari jutaan perempuan. Namun saat itu, hanya perempuan-perempuan di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss yang ikut melakukan aksi pawai ini dalam merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan. 

Namun kini, IWD disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Menjelang IWD yang jatuh pada 8 Maret nanti, masing-masing negara sudah memiliki agenda masing-masing. 

Tahun ini, IWD mengambil tema #BalanceforBetter dengan tujuan melanjutkan tantangan yang mendatang dan mempercepat paritas gender. Tema ini mangajak para perempuan di seluruh dunia untuk mempercepat perwujudan keseimbangan gender baik dalam bisnis, politik, liputan media, dan kekayaan di seluruh dunia. 

Dilansir dari About Her, tema ini diambil karena keseimbangan merupakan hal yang vital, terutama dalam ranah ekonomi. Situs resmi IWD mengatakan kini saat untuk mengambil sikap dan beraksi untuk menciptakan dunia yang seimbang. 

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki tema berbeda tahun ini untuk merayakan International Women's Day 2019. PBB mengambil tema "Think equal, build smart, innovate for change." Ide ini fokus pada cara-cara untuk memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Terutama dalam sistem perlindungan sosial, akses terhadap layanan publik, dan infrastruktur yang berkelanjutan. 

2 dari 2 halaman

Ungu Melambangkan IWD

Perayaan International Wome's Day 2018 di Mexico City. (ALFREDO ESTRELLA / AFP)

Mengikuti women's march bukan satu-satunya cara menunjukkan peranmu dalam merayakan IWD tahun ini. Akun Instagram International Women's Day Global mengajak semua perempuan di seluruh dunia untuk berpose dengan kedua tangan berada di samping kedua telinga sebagai simbol kesetaraan gender. 

 

 

 

Sementara itu, Sahabat Fimela juga dapat mengenakan pakaian atau aksesoris serba ungu. Warna ini sudah sejak lama terkait dengan perjuangan perempuan untuk menciptakan kesetaraan gender. 

Warna yang melambangkan perjuangan perempuan mungkin saja berbeda-beda. Seperti perempuan-perempuan yang tergabung dalam Social and Political Union di Inggris menggunakan warna ungu dan juga hijau dan putih.