Perempuan Hebat Selalu Tahu Cara Menjadi Pribadi Cerdas Bermanfaat

Endah Wijayanti diperbarui 04 Apr 2019, 15:48 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya kekuatan untuk mengatasi setiap hambatan dan tantangan yang ada. Bahkan dalam setiap pilihan yang dibuat, perempuan bisa menjadi sosok yang istimewa. Perempuan memiliki hak menyuarakan keberaniannya memperjuangkan sesuatu yang lebih baik untuk dirinya dan juga bermanfaat bagi orang lain. Seperti tulisan dari Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Voice Matters: Setiap Perempuan adalah Agen Perubahan ini.

***

Oleh: Yang Goe - Sungai Liat, Bangka

Menjadi perempuan itu anugerah yang patut disyukuri. Ibarat sebuah pohon semakin tinggi dan besar pohon semakin kuat akarnya mencekram dan mengikat tanah. Ibarat pohon tua rantingnya tak mudah patah walaupun diterpa angin. Perempuan hebat adalah perempuan yang tangguh dalam menghadapi perjuangan hidup dan membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Keputusanku pindah ke Sungailiat Bangka membuat rekan-rekan kerjaku di Jakarta tercengang dan tidak mempercayai alasanku untuk meninggalkan karier yang sudah kubangun selama 7 tahun menjadi dosen di PTS Jakarta. Karierku bagus bahkan aku sering mendapat penghargaan sebagai dosen favorit dan dosen komunikatif karena kemampuanku memberi motivasi dan mengubah mindset mahasiswa bahwa kuliah bukan sekadar kuliah tetapi sebagai mahasiswa harus cerdas dan selalu membuka wawasan agar cakrawala berpikirnya terbuka.

Pendekatan yang kulakukan kepada mahasiswa, yaitu melakukan persuasif khusus kepada mahasiswa perempuan aku sering menyemangati mereka untuk mengubah pandangan bahwa kuliah itu karena yang penting jadi sarjana tetapi kuliah karena kita adalah calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi-generasi baru yang berkualitas. Menjadi ibu yang cerdas dan bisa menjadi role model. Alhamdulillah sebagian mahasiswaku yang sudah lulus semakin berkibar meningkatkan kariernya di perusahaan mereka bekerja dan tetap menjalin komunikasi yang baik kepadaku sekadar menanyakan kabar dan sharing seputar kehidupan sosial mereka.

Aku merasa pencapaianku di kampus lama sudah terlampaui sehingga aku tertantang ingin berkonstribusi dan berbagi manfaat di kampus baru STISIPOL Sungailiat Bangka. Berbekal referensi sahabat di Bangka yang menyatakan bahwa kampus tersebut kekurangan dosen maka aku nekad melamar ke Yayasan Stisipol dan aku tidak menyangka sambutan ketua yayasan Bapak Darol begitu luar biasa. Beliau menyambut baik keinginanku tetapi karena semester ganjil sudah dimulai maka aku dijadwalkan mengajar di semester genap. Alhamdulillah, niat baikku untuk mengabdi di kampus baru diwujudkan Allah dan aku sudah tidak sabar menanti momen tersebut.

 

What's On Fimela
Dok. Yang Goe

Untuk mengisi kekosongan hari-hariku, tanpa membuang waktu aku mulai melakukan kegiatan travelling education ke pelosok-pelosok di daerah terpencil sekitar Desa Pugul, kp. cit, Lumut, Kampung Lesung Batu, dan kecamatan Belinyu. Kemampuan sosialku terhadap masyarakat merupakan modalku. Sebelumnya aku bersama rekan-rekan seprofesi dan mahasiswa ikut terlibat dalam komunitas share to care di mana dalam kegiatan tersebut kami mengedukasi masyarakat dan sekolah-sekolah tertinggal untuk terus belajar dan memperkenalkan teknologi komunikasi agar mereka juga bisa melihat dunia luar dan perkembangan peradaban, program ini sudah lima tahun kami lakukan.

Kegiatan travelling education yang saat ini aku lakukan banyak dianggap kurang kerjaan oleh sebagian teman-temanku, tetapi aku tidak menghiraukannya. Yang kulakukan adalah berkunjung dan berdiskusi seputar perempuan. Momen Pemilu tanggal 17 April ini kumanfaatkan dengan mengedukasi perempuan-perempuan bahwa perempuan juga punya andil untuk duduk di parlemen dan perempuan juga merupakan orang yang punya konstribusi dalam pembangunan, dan mereka harus memilih keterwakilan perempuan yang kelak akan mewakili suara perempuan-perempuan dalam kesetaraan gender.

 

Dok. Yang Goe

Selain itu aku juga membuka cakrawala berpikir mereka bahwa menjadi perempuan itu adalah berkat Allah dan sebagai wujud syukur karena dilahirkan sebagai perempuan kita juga harus peduli dengan kesehatan kita sebagai perempuan. Hampir tiap hari aku melakukan kegiatan ini dengan suka cita dan rasa bahagia, mungkin bagi orang lain kegiatanku ini adalah sia-sia dan menghabiskan waktu, energi dan uang untuk berkunjung ke desa-desa, tetapi bagiku perubahan itu adalah proses manusia untuk hal yang lebih baik dan bermanfaat.

 

Dok. Yang Goe

Aku yakin karena perempuan dilahirkan dengan keunikan, rasa, kepekaan dan naluri seorang Ibu maka sisi femininnya akan selalu ada walaupun terkadang perempuan harus menjalani kehidupan keras sebagai single mom yang harus banting tulang bekerja demi menopang kelangsungan hidup. Perempuan hebat dan cerdas selalu tahu solusi dan cara bertahan hidup dengan kekuatan yang ia miliki perubahan besar dimulai dari hal hal kecil. Oleh karena itu, apa yang kulakukan ini adalah untuk sekadar memberi manfaat dan membuat hidup itu berarti serta membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kekuatan dalam melakukan perubahan ketika mereka bersatu, that's how my voice matters.

Sungailiat, 3 April 2019

Yang Goe