Inspirasi Denim dari Kompetisi Modeling di Pusat Perbelanjaan

Meita Fajriana diperbarui 15 Apr 2019, 21:18 WIB

Fimela.com, Jakarta Indonesi memiliki generasi muda dengan segudang kemampuan. Begitu juga dalam dunia fashion dan modeling. Salah satunya terlihat dari gelaran Malam Grand Final Pejaten Icon 2019 yang menampilkan 30 finalis pria dan perempuan. Kompetisi ini hadir untuk kategori anak dan dewasa. 

Malam Grand final ini memilih 9 pemenang untuk kategori anak dan 12 pemenang untuk kategori remaja dewasa. Mengusung tema “Dare Denim”, kegiatan yang untuk ke 7 kalinya diselenggarakan Pejaten Village ini telah melalui beberapa babak penyisihan, mulai dari audisi untuk memilih 60 semifinalis untuk masing-masing kategori.

Pada Malam Grand Final ini, Pejaten Village menghadirkan deretan juri ternama mulai dari designer, model dan koreografer ternama antara lain Bunga Jelita, Puteri Indonesia 2017, Musa Widyatmodjo yang merupakan Fashion Designer kenamaan, Wawan Soeharto yaitu  Profesional Koreographer, dan M. Ardi Rukmawan Marketing Communication Manager Pejaten Village.

Pemenang berhak mendapatkan hadiah menarik yang disiapkan Pejaten Village dan mitra penyelenggara berupa uang tunai, OVO point, voucher belanja, trophy, sertifikat, produk elektronik, produk sponsor dengan nilai total ratusan juta rupiah.

"Pemilihan tema ini sengaja kami ambil karena denim kembali menjadi tren fashion tahun ini. Dengan demikian, akan memudahkan peserta lomba untuk berkreasi menggunakan denim. Untuk memberikan nuansa denim, kami juga menampilkam berbagai ornamen warna biru dan aksen bunga sebagai warna dominan dekorasi runway,” kata Didi Rukmawan Marketing Communication Manager Pejaten Village. 

Adapun penilaian untuk memilih pemenang Pejaten Icon adalah finalis yang memenuhi kriteria diantaranya teknik berjalan di panggung catwalk, kesesuaian busana, photogenic dan ekspresi wajah.

 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Parade busana serba denin di Pejaten Icon 2019

Putri Indonesia 2017 sekaligus Juri Pejaten Icon, Bunga Jelita mengatakan ajang ini salah satu cara untuk menyalurkan potensi anak muda, khususnya mereka yang memiliki bakat di dunia modelling dan entertainment. Dengan begitu mereka mampu mempromosikan Pejaten Village. 

"Saya melihat finalis sudah siap dan memiliki potensi sebagai model. Yang penting mereka harus percaya diri, memiliki attitude yang baik, enjoy the moment dan tetap down to earth. Dulu saya juga sempat enggak percaya diri sebagai model, tapi saya keluar dari zona nyaman dan menjadi diri sendiri hingga bisa seperti sekarang ini," kata Bunga Jelita.

Sementara itu, Fashion Designer sekaligus juri Pejaten Icon, Musa Widyatmodjo menambahkan bahwa ajang seperti ini masih diminati karena sekarang ini eranya "ingin tampil". Salah satunya lewat sosial media dimana mereka bisa mempromosikan diri.

"Sesuai dengan tema busana yaitu Dare Denim, beberapa finalis sudah ada yang sesuai. Tapi masih banyak juga yang salah menerjemahkan. Mungkin beberapa orang tua atau penjahit yang membuat busana tersebut kurang memahami konsep desain. Namun, kedepannya tentu semakin berpengalaman dan bisa memahami," tutupnya.

Pejaten Icon 2019 dengan tema Dare Denim. (Foto: Dok. Pejaten Village)