Interpretasi Afgan Isyana Rendy Recycle Hits Dewa 19, Lagu Cinta

Nizar Zulmi diperbarui 12 Mei 2019, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Setelah memperkenalkan mini album mereka beberapa waktu lalu, trio AIR yang terdiri atas Afgan, Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo merilis single baru. Untuk kali pertama ketiganya hadir dengan karya recycle.

Lagu yang dipilih terbilang cukup unik dan menantang. Afgan, Isyana dan Rendy menggarap ulang lagu lawas Dewa 19 berjudul Lagu Cinta. Dikemas dalam versi yang lebih modern, lagu ini jadi punya nuansa lain yang menarik.

What's On Fimela
Afgan Isyana Rendy rilis EP AIR (Dok Sony Music Entertainment Indonesia)

Ide pemilihan lagu datang dari Afgan yang merupakan salah satu penggemar karya band asal Surabaya tersebut. Rendy dan Isyana pun sepakat, apalagi lagu tersebut belum pernah di-recycle musisi lain.

“Gue adalah penggemar berat Dewa dan sangat bersemangat mengusulkan Lagu Cinta untuk dibawakan kembali. Menurut gue Lagu Cinta adalah salah satu lagu terbaik yang pernah digarap Dewa," ujar Afgan dalam press release yang diterima Fimela.com (10/5). 

"Dewa adalah salah satuinspirasi gue dalam bermusik dan Lagu Cinta belum pernah dibawakan kembali olehmusisi manapun. It’s such an honor," timpal Rendy Pandugo.

2 dari 2 halaman

Keterlibatan Produser

Gerald Situmorang (Deki Prayoga/Fimela.com)

Mengaransemen lagu recycle menjadi tantangan tersendiri bagi ketiga musisi ini. Namun dalam proses pengerjaannya mereka dibantu oleh Gerald Situmorang yang bertindak sebagai produser musik.

Pada Lagu Cinta versi AIR, bassis grup band Barasuara ini menerapkan treatment musik yang cukup unik. Ia menghindari unsur strings dan drum, menggantinya denganinstrumen piano yang dimainkan oleh Isyana dan petikan gitar dari Rendy dengantambahan ambient dari Gerald. Sementara itu, bagian strings dan part-part signature lagunya diganti dengan petikan gitar senar nylon dan beberapa bagian yang diisi dengan gitar elektrik.

Pada proyek ini, Gerald mengaku ingin mempertahankan vibe asli dari Lagu Cinta dan menambahkan sentuhan musik masa kini. Saat pengambilan suara dilakukan, Afgan,Isyana, dan Rendy bernyanyi saling bersahut-sahutan sehingga memberi nafas baru bagi lagu legendaris yang pertama dirilis pada tahun 2000 tersebut.