Bahaya Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula untuk Kesahatan Kulit

Annissa Wulan diperbarui 20 Jun 2019, 14:00 WIB

ringkasan

  • Mengonsumsi gula olahan secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa hal buruk pada tubuh, termasuk kulit.
  • Lonjakan insulin karena konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan kulit meradang, yang akhirnya mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.

Fimela.com, Jakarta Mungkin kamu juga sudah sering mendengar bahaya mengonsumsi gula secara berlebihan untuk kesehatan kulit, terutama gula olahan. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan berat badan, risiko penyakit jantung, dan mempercepat proses penuaan.

Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi dapat menyebabkan kadar insulin melonjak, yang pada akhirnya menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, alasan kondisi kulit lebih cepat keriput sebelum waktunya.

Walaupun mustahil untuk benar-benar menghindari semua jenis gula, kamu harus memahami batasan konsumsi yang tepat. Gula dalam bentuk apapun akan memicu respon glikemik dalam tubuh, seperti dilansir dari sheknows.com, Kamis (20/6/2019).

Makanan, seperti kacang-kacangan, ubi jalar, buah-buahan, gandum, pasta, dan nasi dikatakan lebih baik karena mereka dicerna tubuh lebih lambat. Sedangkan makanan lainnya, seperti roti, jagung, kentang, dan makanan olahan sebaiknya dikonsumsi secara terbatas karena dapat meningkatkan insulin dengan cepat.

Lonjakan insulin dapat menyebabkan peradangan, kulit yang kasar, kemerahan, berjerawat, dan berkerut. Usahakan mengimbanginya dengan protein sehat untuk memperlambat respon glikemik tubuh.

 

2 dari 2 halaman

Imbangi konsumsi karbohidrat dengan mengonsumsi protein sehat

Ilustrasi tren kecantikan/copyright shutterstock

Makanan dengan serat dan lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, serta dapat membantu menstabilkan gula darah, guna menghindari lonjakan insulin. Namun, bukan itu saja yang harus kamu khawatirkan, ada proses glikasi yang berperan dalam penuaan dini.

Glikasi mengacu pada ikatan molekul gula ke lemak dan protein. Ketika itu terjadi, serat protein akan berubah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek dari mengonsumsi gula secara berlebihan akan mulai terlihat mulai usia 35 tahun dan meningkat dengan cepat setelahnya. Jangan khawatir, kamu masih bisa membalikkan penuaan dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya antioksidan.

Kamu juga bisa mulai rutin menggunakan serum vitamin C dan E setiap pagi, serta pelembap dengan kandungan retinol setiap malam. Masih sering mengonsumsi gula?

#GrowFearless with Fimela