Dermatologis Sebut Loofah Berbahaya Bagi Kulit, Tidak Baik Dipakai Mandi

fitriandiani diperbarui 27 Jun 2019, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Ketika mandi pasti kita ingin memastikan tubuh bersih dengan maksimal. Menggunakan loofah atau shower puff seringkali jadi bantuan alternatif untuk membuat tubuh bersih; bebas dari sisa keringat, kotoran, dan sel kulit mati yang menempel.

Meski terasa bersih, namun ternyata penggunaan loofah atau shower puff ini berbahaya bagi kulit. Para dermatologis tidak menganjurkannya, salah satunya diungkap oleh Benjamin Garden, MD, seorang dermatologis asal Chicago, Amerika Serikat.

Dikutip dari situs Best Health, Benjamin mengatakan, "Gunakan jari untuk menggosok wajah (dan bagian tubuh lain), lalu bilas dengan lembut." Penggunaan loofah atau alat kasar lainnya bukan hanya merontokkan kotoran dan sel kulit mati, tapi juga lapisan pelindung kulit.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Alasan Lain Penggunaan Loofah Tidak Aman

Loofah/shower puff. (Foto: shutterstock)

Loofah digunakan untuk membersihkan bagian tubuh yang kotor, dan kemudian teronggok di kamar mandi dalam keadaan lembap tanpa bisa dijamin kebersihannya. Kemungkinan bakteri berkembang biak di celah-celah loofah sangat besar.

Menggunakan loofah saat mandi dianggap sama saja menyebarkan bakteri ke kulit. Hal ini sebenarnya bukan hal baru, Best Health menyebutkan pada tahun 1994 sudah ada penelitian yang menunjukkan loofah atau shower puff dapat menularkan spesies bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

So, masih mau pakai loofah atau shower puff, Sahabat Fimela?

3 dari 3 halaman

Simak juga video berikut:

#GrowFearless with FIMELA