Rupe Tarpea, Antara Legenda dan Masa Depan, Proyek Renovasi Batu Terkenal di Roma

Annissa Wulan diperbarui 24 Jun 2019, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Roma terkenal sebagai negara yang kaya akan kekayaan budayanya, terutama di bidang arsitektur. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Gucci untuk bekerjasama dengan Roma Capitale, dewan kota Roma menggelar proyek restorasi dan konservasi Belvedere Garden di Villa Tarpea, serta pengorganisasian kembali area hijau di batu tufa Capitoline Hill, di mana Gucci telah menyumbang sebanyak 1,6 juta euro selama 2 tahun.

Sebelumnya, Gucci telah berhasil melangsungkan peragaan busana Cruise 2020 pada 28 Mei 2019 lalu di dalam Capitoline Museums. Museum tersebut memiliki tampilan yang unik, mengingatkan akan sejarah Roma Kuno melalui koleksi barang-barang antiknya.

Rupe Tarpea sendiri sebenarnya adalah permukaan batu di sisi selatan Campidoglio. Menurut sejarah, hingga abad pertama, para pengkhianat dijatuhi hukuman mati dan dibuang dari tebing, yang secara simbolis berarti diusir dari Kota Roma.

 

2 dari 3 halaman

Rupe Tarpea, Antara Legenda dan Masa Depan, Proyek Renovasi Batu Terkenal di Roma

Rupe Tarpea, Antara Legenda dan Masa Depan dari Gucci dan Roma Capitale. Sumber foto: PR.

Saat ini, tebing tersebut yang sebagian besar terbuat dari tufa, batu berpori, telah diukir, dan digali selama berabad- abad sehingga menjadi ruang alam yang unik. Sedangkan Capitoline Hill memiliki makna luar biasa, tidak hanya secara arkeologis dan monumental, namun juga lanskap, karena posisinya yang mendominasi wilayah arkeologi paling penting di Roma.

Proyek Rupe Tarpea, Antara Legenda dan Masa Depan melibatkan pemeliharaan, pelestarian taman, peningkatan tebing hijau, pemulihan beberapa panorama pemandangan, memulihkan aksesibilitas, dan kegunaan situs. Dijadwalkan rampung pada tahun 2012, proyek ini juga merupakan bentuk penghormatan Gucci terhadap Roma dan semua harta karun yang ada di dalamnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA