Perjalanan Kenangan, Koleksi Perhiasan Kilas Balik 11 Tahun Perjalanan Tulola

Annissa Wulan diperbarui 06 Agu 2019, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Tulola memberikan kejutan baru bagi para pecinta aksesori yang indah dan sarat makna. Dalam tajuk Perjalanan Kenangan, Tulola ingin mengulik kembali kisah mereka selama 11 tahun berkarya sejak tahun 2007.

Dimulai oleh Sri Luce Rusna yang terinspirasi mengikuti jejak sang ibu, Suarti untuk melestarikan keahlian tradisional Indonesia, Tulola Studio dibuka di sebuah garasi. Karya-karya Sri kemudian menarik perhatian Happy Salma yang juga memiliki minat yang sama terhadap budaya dan pelestarian keterampilan pengrajin kuno di Indonesia.

Koleksi Tulola saat ini menjadi wadah bercampurnya motif komunal sebagai warisan leluhur dan beragam motif murni dari inovasi Sri sendiri. Sedangkan konsep kreatif Happy Salma terinspirasi dari karya sastra dan sejarah, ditambah strategi bisnis dan pengembangan perusahaan yang dilakukan oleh Franka Franklin Makarim.

Yang paling menonjol dalam koleksi Tulola kali ini adalah emosi yang dituangkan pada setiap perhiasaan yang diciptakan. Hal ini sangat terlihat dari ragam perhiasan Tulola yang berbentuk visual, bahkan teks.

 

Tulola merilis koleksi perhiasan terbaru mereka yang diberi tajuk Perjalanan Kenangan, terinspirasi dari kilas balik 11 tahun kisah mereka berkarya. Sumber foto: Document/Tulola.
2 dari 3 halaman

Perjalanan Kenangan, koleksi perhiasan terbaru dari Tulola

Tulola merilis koleksi perhiasan terbaru mereka yang diberi tajuk Perjalanan Kenangan, terinspirasi dari kilas balik 11 tahun kisah mereka berkarya. Sumber foto: Document/Tulola.

Tiga koleksi yang dihighlight dari Perjalanan Kenangan Tulola adalah Juwita Malam dari tahun 2012 yang dirilis kembali dalam tren perhiasan pipih, serta Tanah Air-The Journey yang terinspirasi dari buku Douwes Dekker, dan Perempuan dalam Bumi Manusia yang terinspirasi dari karya-karya sastra Pramoedya Ananta Toer, di mana keduanya pernah dirilis pada tahun 2014.

Tulola menggunakan campuran perak murni dan alloy. Untuk perhiasan berwarna emas, Tulola menggunakan emas sepuh 18K, sementara untuk perhiasan berwarna perak sepuhan, yang digunakan adalah white platinum.

Perjalanan Kenangan dipresentasikan dalam bentuk ruang pameran yang digarap oleh Iskandar Loedin. Akan berlangsung hingga hari Kamis mendatang di Bimasena, The Dharmawangsa Hotel Jakarta, pameran, serta pop up shop ini merupakan yang terbesar yang pernah dihadirkan oleh Tulola. Penasaran?

Tulola merilis koleksi perhiasan terbaru mereka yang diberi tajuk Perjalanan Kenangan, terinspirasi dari kilas balik 11 tahun kisah mereka berkarya. Sumber foto: Document/Tulola.
3 dari 3 halaman

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA