Kesalahanku Menyakiti Perasaan Pria yang Tulus Mencintaiku

Endah Wijayanti diperbarui 15 Sep 2019, 09:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagan yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: RR - Medan

Bermula dari tanpa kesengajaan atau sama sekali tidak pernah menyangka akan terjadi seperti ini samaku. Saat itu aku sudah punya pacar sebut saja si A dan kami sudah menjalani hubungan selama 4 tahun lebih.

Aku bertemu dengan A waktu aku kerja di salah satu restoran Italia. Ya kami satu kerjaan, di situlah aku bertemu dengannya. Seiring berjalannya waktu, aku dan si A saat itu sudah tidak bekerja di satu tempat lagi kami sudah berpindah tempat kerja karena saat itu aku yang memutuskan untuk resign dari situ karena tidak sesuai sama jam kerja dan kuliahku, ya pada saat itu aku masih kuliah.

Dan seiring berjalannya waktu, si A juga sudah tidak berkerja di situ lagi karena mendapatkan tawaran untuk kerja di Jakarta. Di sana dia ditawari kerja dan tinggal bersama saudaranya. Tentu saja itu bakal jadi hambatan bagi kami berdua. Bagaimana mungkin dia kerja di sana dan aku di sini, sudah pasti kami bakal LDR. Tapi aku juga yang suruh dan dukung dia untuk pergi ke sana dan dia memastikan bakal pulang dan balik kepadaku. Tiba waktunya dia berangkat dan menetap di sana tanpa aku tahu kapan dia akan kembali. Aku tetap dukung dan hubungan kami masih baik-baik saja. Dan aku pun sudah terbiasa dengan kesendirianku tanpa dia. Dan aku juga sudah mendapatkan pekerjaan baru di tempat yang baru.

Pada saat itu aku ingat betul November 2017, ada cowok yang minta nomor HP-ku. Itu pada saat teman aku yang di tempat kerja baru Vcall. Karena waktu itu aku anggapnya hanya biasa aja tapi ternyata nomorku di kasi sama cowok itu dari teman aku yang di tempat baru ini. Malamnya si cowok ini chat aku di WA, sebut saja namanya si W.

Dia mengajakku berkenalan dan keesokan harinya dia terus mendekati aku dengan terus chat aku di WA. Si W ini tidak di Medan, tapi dia juga lagi di Jakarta lagi mencari kerja d isana dan tinggal bersama saudaranya. Oh My God kenapa bisa bersamaan seperti ini?

2 dari 4 halaman

Dekat dengan Pria Lain

ilustrasi./Photo by Anthony Tran on Unsplash

Berjalannya waktu aku dan si W setiap hari chat dan teleponan, dia juga tahu aku sudah punya pacar. Saat itu pembicaraan kami masih hanya sekadar berkenalan dan cerita hal-hal biasa saja. Lama kelamaan dia mengutarakan perasaannya bahwa si W sudah lama ingin berkenalan denganku dan sering melihatku saat dia datang ke kerjaannya temannya.

Si W mengutarakan perasaannya padaku dan aku juga tidak menyadari bahwa aku sudah punya pacar, entah kenapa semenjak aku berkenalan dengan si W aku semakin merasa jauh sama si A pacarku yang berada di kota yang sama, entah apalah yang aku rasakan saat itu. Perasaan bimbang dan sulit untuk berpikir apakah aku sudah menyukainya?

Aku dan si W saling memberi kabar setiap harinya bahkan layaknya seperti orang pacaran, aku bahkan lupa kalau aku sudah punya pacar dan hubunganku sama pacarku saat itu memang baik-baik saja tapi aku cuek padanya karena ada saja hal yang buat aku itu merasa bosan sama si A. Aku terus dekat dengannya walau hanya sekadar teleponan dan Vcall setiap harinya, dan si W mulai menanyakan padaku apakah aku juga mempunyai perasaan yang sama?

Aku hanya bisa diam dan membahas hal lain ketika dia selalu menanyakan hal itu, saat itu aku berpikir aku sudah punya pacar dan aku sadar yang aku lakuin selama ini salah, ya salah karena memberi ruang dan kesempatan bagi orang lain untuk masuk ke kehidupanku. Si W juga rela kalau dia mau diduakan, aku sempat berpikir apa yang harus aku lakukan karena aku juga sepertinya sudah mulai menyukainya.

Ya kami memang belum pernah berjumpa sebelumnya dan kalau pun aku terima dia sama saja aku LDR juga, toh juga si A dan si W sama-sama berada di kota yang sama. Si W selalu menanyakan hal itu padaku dan akhirnya aku sempat berpikir panjang dan memutuskan untuk menerimanya. Sebelumnya kami sudah membicarakan bagaimana jika kami bersama? Sudah pasti LDR dan kami itu sebenarnya berbeda agama. Sebenarnya banyak pertimbangan yang harus aku pikirkan saat aku mau menerimanya ditambah lagi aku yang belum pernah sama sekali bertemu langsung sama dia tapi entah kenapa dari awal aku memberi ruang dan kesempatan untuk si W masuk di kehidupanku. Mungkin ini karena hubunganku sama pacarku si A yang tidak seperti biasanya lagi. Aku tahu aku salah telah memulai semua ini, aku telah berkhianat dan menduakan pacarku bahkan aku yang melupakan komitmen kami.

3 dari 4 halaman

Ada Pria Baru Lagi

Ilustrasi.(Sumber foto: unsplash.com)

Maret 2018 aku mulai skripsi, saat itu aku benar-benar sibuk dan aku benar-benar kewalahan mengurus semuanya, singkat cerita pada saat aku mau seminar proposal skripsi hubungan aku sama pacarku si A lagi tidak baik mungkin karena aku yang selama ini cuek padanya apalagi semenjak aku sudah berpacaran lagi dengan si W. Aku ingat betul pada malam hari entah apa yang aku rasakan tapi aku benar-benar sudah lelah dan bingung karena saat itu aku juga baru kehilangan pekerjaanku.

Aku resign karena jam kerja sama jam kuliahku tidak cocok , apalagi karena aku sudah mulai skripsi, bosku tidak mau memberi aku izin untuk selalu datang ke kampus di jam kerja. Pada malam itu aku minta putus sama si A karena aku udah bingung dan lelah juga selalu berantam dan cuek sama dia. Malam itu si A menerima keputusanku itu dan jujur selama pacaran kami memang aku yang selalu meminta hubungan ini berakhir tapi baru kali ini si A mengiyakan keputusanku. Mungkin karena dia juga sudah kecewa samaku.

Dan setelah semuanya kembali normal dengan segala kegiatanku yang padat karena skripsi aku pun kepikiran dengan keputusan yang aku buat, bagaimana enggak kepikiran aku yang udah lama pacaran sama dia tiba tiba aku memutuskan seperti itu aja tanpa ada penjelasan yang jelas. Aku sempat berpikir keputusanku ini mungkin ini yang terbaik karena aku tidak ingin menyakitinya terus. Setelah itu aku pun cerita sama si W bahwa aku sudah putus dengan si A.

Tidak sampai di situ saja hubungan ku dengan si A setelah semuanya kembali normal aku masih tetap berhubungan baik sama si A karena memang itu yang dia mau bahwa kami harus tetap bersilahturahmi. Dan aku pun tahu bahwa dia akan balik ke Medan pulang dan menetap tinggal di sini. Kami pun bertemu dan berbicara banyak hal, dan benar dia masih mengharapkan aku untuk kembali. Aku hanya tersenyum dan bilang jalani saja apa yang sudah terjadi saat ini. Saat ini aku hanya fokus pada si W yang sekarang jadi pacarku dan hanya ada cerita tentang si W saja yang ada di hidupku lagi.

Setelah seminar proposalku selesai, aku tidak tahu kenapa ada saja laki laki yang datang di kehidupanku lagi? Aku hanya berpikir apa salah aku hanya ingin berteman dan mencari yang terbaik? Apa akan jadi cerita baru di kehidupanku lagi? Entahlah jalani saja pikirku.

Ya, ada laki laki baru yang datang di kehidupanku lagi, sebut saja si O. Laki-laki ini kutemui di warung om aku saat itu aku hanya biasa saja meresponnya. Setelah dia tahu nomor HPku, dia mulai mengganggu dan ingin lebih dekat lagi denganku. Dan aku merespons dengan baik karena aku menganggap biasa saja dan tidak akan jadi apa apa. Bahkan saat itu cara dia untuk mendekati aku sangat sangat berlebihan, hal apa saja dia lakuin hanya untuk ingin lebih tahu aku dan ingin lebih dekat denganku. Tapi aku malah merasa terganggu karena saat itu aku benar-benar tidak suka dengannya dan aku berpikir jangan sampai dia suka sama aku dan berharap lebih dariku. Dan ternyata benar, dia terus dan bahkan terus mengganggu dan mengajakku untuk bertemu dan jalan bareng. Saat itu aku tidak mengiyakan karena aku tidak mau kejadian kedua kali terjadi samaku karena ulahku sendiri. Karena terus dia seperti itu aku pun mengiyakan untuk bertemu dengannya.

Aku terima dia untuk berteman dan dekat denganku dan saat itu memang dia datang dengan caranya sendiri. Entah kenapa aku semakin dekat dengannya dan aku sering jalan sama dia, tanpa tahu si W. Aku memulai lagi dan aku memberi masuk lagi orang lain di kehidupanku. Saat itu memang si O yang selalu ada mungkin karena dia yang berada di kota yang sama denganku, dan dia yang selalu bisa aku andalkan. Aku sering ketemu dan bahkan dia juga mengungkapkan perasaannya padaku, saat itu aku tidak menjawabnya aku hanya anggap dia teman.

4 dari 4 halaman

Bimbang

ilustrasi/copyright unsplash.com/Andrew Le

Aku terus jalan bareng dan dekat dengannya tanpa tau si W bahkan si O masih terus dan mengharapkan jawaban dari aku. Setelah aku berpikir panjang dan selama itu dia mendekatiku lebih kurang ada 6 bulan si O tetap dan selalu ada dan bahkan terus tanpa henti berharap aku membalas perasaannya. Dan aku mengiyakan karena jujur aku juga sudah menyukainya.

Desember 2018, setelah setahun aku berkenalan dan pacaran sama si W aku memang belum pernah jumpa dengannya, si W menepati janjinya kalau dia bakal balik ke Medan dan ya kami berjumpa. Dua minggu dia di Medan sudah membuat aku merasa senang, dan kami bercerita banyak karena kami beda agama jadi kami membicarakan hal itu.

Saat itu aku sudah berpacaran lagi sama si O. Aku pintar-pintar bagi waktu saat si W balik ke Medan, aku nggak mau si W dan si O curiga sama aku. Waktu si W di Medan pun sudah selesai dan dia balik lagi ke Jakarta, di situ aku berpikir bahwa dia mungkin nggak bakal balik lagi toh juga sebenarnya aku nggak bisa LDR tapi aku masih saja mempertahankannya. Singkat cerita karena aku sudah merasa sangat dekat dan sudah mulai sayang dan benar-benar sayang sama si O aku mulai berpikir, siapa yang benar benar pantas buat aku? Jujur saat itu aku bimbang, sampai aku meminta saran sama teman teman aku, karena memang teman-teman aku tahu aku menjalani hubungan seperti ini.

Kebimbangan itu selalu menghantui aku, aku sampai tidak tahu harus pilih yang mana dan siapa laki-laki yang pantas bersamaku? Karena kalau aku terus sama si W aku sama dia beda agama dan kami sudah membahas ini. Dari kami berdua tidak ada yang mau mengalah. Sampai pada akhirnya karena aku tidak mau mempunyai hubungan seperti ini dan tidak mau terus mendua aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku sama si W dengan alasan aku tidak bisa lanjuti karena aku nggak bisa pindah agama.

Si W marah dan kecewa sama aku, dia tidak terima dengan keputusan aku karena di awal kami janji mau berjuang bersama, tapi untuk apa pikirku kalau tidak ada yang mau mengalah? Bukannya aku tidak menyayanginya, aku menyayangi si W tapi untuk terus bersama nya tidak bisa.

Si W minta waktu sampai beberapa bulan lagi untuk membicarakan hal ini secara langsung karena memang dia bakal balik lagi ke Medan, tapi aku tidak peduli dan keputusanku sudah bulat. Aku hanya tidak mau kejadian ini berlarut dan terus menyakiti. Setelah beberapa bulan akhirnya si W balik ke Medan dan ya pada saat itu kami sudah tidak lagi pacaran karena pas kejadian itu dia akhirnya terima keputusanku. Saat dia di Medan kami membahas ulang tentang perbedaan kami, dan sama saja tidak bisa dipertahankan. Sampai akhirnya kami sama-sama rela melepaskan tapi bukan berarti melupakan.

Sekarang aku bisa tahu siapa yang akhirnya bertahan? Tapi muncul pertanyaan apakah si O laki-laki yang terakhir buat aku? Apakah dia yang terbaik? Karena dari awal aku hanya ingin mendapat yang terbaik walau caraku salah. Sampai sekarang hanya ada si O yang ada di hidupku, walaupun hubunganku sama si A dan si W sudah berakhir tapi kami masih berteman baik. Ketiganya memang sangat baik, tulus menyayangiku dan punya ceritanya masing masing, tapi sudah pasti di antara yang baik pasti ada yang terbaik lagi.

Hubungan aku sama si O sampai detik ini baik baik saja walau terkadang lama kelamaan sifat dan sikap dia yang sebenarnya muncul. Aku sama si O saat ini dan bahkan dari awal serius menjalani hubungan ini. Tapi aku tidak bisa berkata bahwa dialah jodohku, atau memastikan memang dia pantas untukku. Karena jujur sampai sekarang aku benar-benar dilanda rasa bimbang dan khawatir karena apa yang aku jalani selama ini mereka sama sama tidak tahu. Ini menjadi cerita rahasia aku yang mereka tidak tahu, aku juga tidak menyangka aku bisa melakukan ini dan tanpa sengaja menyakiti mereka. Aku juga berjanji ini tak akan terulang lagi karena aku hanya ingin yang terbaik untuk hidupku.

Aku tahu apa yang selama ini aku lakuin salah, dari awal aku hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupku. Aku percaya Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk aku. Dengan segala harapan aku hanya meminta pada Tuhan semoga selalu diberikan yang terbaik. Saat ini aku hanya ingin menjadi orang yang lebih baik, terus memperbaiki diri sampai akhirnya aku percaya Tuhan memberiku jodoh yang terbaik. Aku percaya itu.

#GrowFearless with FIMELA