5 Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Endah Wijayanti diperbarui 11 Des 2019, 16:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Mengatur dan mengelola keuangan keluarga sangatlah penting dilakukan untuk kesejahteraan bersama. Seorang ibu punya peran penting dalam mengatur finansial keluarga. Kita perlu cermat dalam mengelola keuangan.

Bila masih bingung cara mengatur keuangan, setidaknya kita perlu menghindari sejumlah kesalahan dasar berikut ini. Mengutip buku MoneySmart Parent: Panduan Praktis Perencanaan Keuangan Orangtua Baru, ada lima kesalahan keuangan yang sebaiknya dihindari oleh ibu dalam keluarga. Langsung saja simak selengkapnya di sini.

1. Tidak Membuat Anggaran

Supaya keuangan teratur, kita perlu membuat anggaran. Penting memiliki panduan bulanan dan tahunan supaya kita bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan bijak. Jangan sampai besar pasak daripada tiang gara-gara tak membuat anggaran.

2. Belanja tanpa Prioritas

Prioritas perlu diatur dengan bijak. Kita perlu mengutamakan membayar cicilan utang, pengeluaran rutin rumah tangga, dan pengeluaran untuk anak. Setiap pos pengeluaran perlu dilakukan berdasarkan prioritas yang ada dalam keluarga.

 

2 dari 2 halaman

3. Memakai Kartu Kredit tapi Membayar Minimum

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Bagi yang terbiasa menggunakan kartu kredit, perlu hati-hati dalam menggunakannya. Supaya biaya bunga tidak besar, penting untuk selalu membiasakan diri membayar seluruh tagihan kartu kredit sampai lunas hingga jatuh tempo. Saat belanja, hindari pemakaian kartu kredit yang berlebihan.

4. Membeli Produk Asuransi karena Pertemanan

Setiap kali akan membeli produk asuransi, pastikan kita benar-benar paham dengan yang kita beli. Jangan sampai membeli produk asuransi yang sebenarnya tidak cocok dengan kebutuhan kita. Biasanya karena alasan pertemanan, kita membeli produk asuransi yang ditawarkan tanpa pikir panjang dan justru hal ini yang perlu dihindari.

5. Belanja Impulsif karena Lingkungan

Mengendalikan diri saat belanja sangatlah penting. Belanjalah karena kebutuhan bukan karena pengaruh lingkungan. Sekalipun ada diskon, kita perlu tetap cermat dalam berbelanja. Menurut Ruby Research, 2012, perempuan hanya menggunakan 21% isi lemarinya. Sisanya adalah akibat dari belanja impulsif yang seringkali dilakukan karena pengaruh lingkungan.

Semoga info ini bisa membuat kita lebih cermat dalam mengatur keuangan keluarga, ya. Dengan perencanaan keuangan yang tepat, kesejahteraan keluarga bisa lebih terjamin.

#GrowFearless with FIMELA