Jangan Biarkan Rasa Takut Menghambat Hidupmu

Endah Wijayanti diperbarui 19 Jan 2020, 15:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: F. Deliyana - Jakarta

Pernahkah kita tidak bisa tidur hanya karena sebuah lampu? “Tolong matikan lampunya, dong! Aku nggak bisa tidur kalau lampunya masih menyala.” Di sisi lain, “Duh, aku takut kalau tidur nggak pakai lampu! Nyalain lagi, please!”

Pernyataan itu mungkin seringkali kita dengar saat hendak beranjak tidur bersama seseorang atau beberapa orang. Atau jangan-jangan, kita pun salah satu dari kondisi di atas. Dulu, saya pun masuk dalam kondisi ini, yang setiap malam harus bergulat dengan lampu. Padahal it’s a small thing. Lelah rasanya.

Namun, jika ditilik lebih jauh, mengapa dengan hanya sebuah lampu, dapat mempengaruhi lelap atau tidaknya tidur kita? Apakah ini hanya sebuah ketakutan atau perasaan saja?

Selain itu, saya pernah mendapati seseorang yang sangat benci dengan suara detik jarum jam. Rasa-rasanya, kepalanya ingin pecah. Ia merasa takut mendengarnya. Ia menganggap, suara detik itu mengingatkannya dengan masa-masa mudanya yang telah hilang. Ia tak berdaya dengan masa yang hilang tanpa karya.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Rasa Takut Perlu Diatasi

ilustrasi./Photo by Juliana Stein from Pexels

Rasa takut juga muncul saat kita baru pertama kali melakukan sesuatu. Berbagai spekulasi bermunculan di dalam kepala, “Aduh, aku takut banget! Baru pertama kali nih presentasi di depan banyak orang penting. Gimana kalau nanti hasilnya jelek ya?”

“Hiiii…. Naik roaller coaster? Takut aku.”

Berbagai ketakutan menyelimuti kehidupan kita dan secara tak sadar menuntun hidup kita dalam bertindak. Padahal, sejatinya rasa takut itu memang normal dan alami, namun harus disikapi dengan bijak. Jangan hanya karena rasa takut, kita kehilangan banyak momen penting dan pengalaman berharga.

Tidak ada satu manusia pun yang ingin hidup terkungkung dengan rasa takut yang berlebihan. Pun demikian, manusia tidak dapat hidup tanpa rasa takut itu sendiri. Karena rasa takut diciptakan Tuhan mengingat lemahnya kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Oleh karenanya, dekat dengan Tuhan adalah salah satu kunci menghilangkan rasa takut dalam diri kita.

Maka dari itu, di tahun yang baru ini, saya bertekad untuk lepas dari semua rasa takut yang mengganggu hidup saya. Alih-alih menyengsarakan dan menyiksa diri, saya siap berkelana dan menimba hal-hal baru yang memperkaya hidup saya. Karena yang dapat melawan rasa takut itu hanya diri kita sendiri. Sederhana saja, kita mulai dari hal kecil, contohnya dengan tidak mempersoalkan lagi tidur dengan kondisi lampu menyala atau padam. Mudah, bukan?

#GrowFearless with FIMELA