Menjalani Hidup bagai Air Mengalir Saja Tidaklah Cukup

Endah Wijayanti diperbarui 26 Jan 2020, 09:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: S - Denpasar

Siapa orang lain? Mengapa orang lain? Apa arti mereka bagi hidupku? Tentunya ketiga pertanyaan tersebut pernah sesekali atau bahkan sering terbesit dalam benak pikiran kita. Padahal, seringkali kita tidak bisa untuk tidak peduli pada orang lain. Bahkan hanya sekadar untuk mengatakan satu kata “tidak” pun terasa begitu sulit bagi kita. Karena untuk berani mengatakan tidak bukanlah sesuatu yang mudah seperti membalikkan kedua telapak tangan.

Mereka mengelilingimu setiap saat dan di mana saja. Mereka adalah kesuksesanmu, kekalahanmu, kebahagiaanmu, dan juga kesedihanmu, bahkan mereka adalah hidupmu sendiri. Putus dan lepasnya kita dari mereka, sama artinya dengan membiarkan diri kita pergi mengembara seorang diri dalam alam kesepian yang menakutkan dan panjang. Ya, itu benar jika dunia ini terlalu luas untuk diri kita sendiri. Bagaimana pun kita semua adalah makhluk sosial bukan? Karena itu kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama-sama. Hidup kita ini perlu dibangun sebagai jembatan menuju orang-orang lain dan sebagai jembatan menuju yang terbaik di antara orang-orang lain.

Bagaikan mata uang koin yang memiliki dua sisi, hidup itu juga akan selalu dihadapkan pada dua pilihan. Menjadi yang terbaik di antara orang-orang lain atau hanya sekadar menjadi yang terbaik dalam duniamu. Menjatuhkan semua orang di sekitarmu yang lebih baik darimu, sehingga pada akhirnya kamu bisa menjadi yang terbaik atau terus meningkatkan kualitas diri, sehingga kamu bisa mengalami kenaikan tingkat dan melebihi orang-orang yang lebih baik darimu, dan pada akhirnya menjadi yang terbaik juga. Jadi cara mana yang akan kamu pilih?

Seperti yang dikatakan oleh pepatah, “Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah." Dan satu langkah itu adalah dimulai dari diri kita sendiri. Bukankah ini pilihan yang lebih baik untuk memulainya dari diri kita sendiri? Ya, ini yang terbaik! Biarkan mereka yang memilih untuk menjatuhkan yang lain demi keuntungan pribadi mereka. Karena kita dilahirkan bukan untuk menjadikan dunia ini sempurna dengan segala kebaikannya. Tetap saja akan selalu ada keburukan yang mengikuti. Tetapi itu bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi seseorang yang buruk pula.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Menentukan Tujuan Hidup

ilustrasi./Photo by Renato Abati from Pexels

Untuk sanggup memikul tanggung jawab dalam hal-hal yang besar, kita harus melatih diri dalam hal-hal yang paling kecil dan remeh. Misalnya saja dalam hal berjanji. Sekali kita tidak menepatinya, memang dapat dimengerti, lebih-lebih kalau kemangkiran itu didasari dengan alasan yang kuat. Tapi dua, tiga, sepuluh kali anda mangkir, maka dapat dipastikan orang lain yang membuat janji dengan kita akan berpikir ribuan kali untuk punya cukup respek pada diri kita. Karena orang yang sudah bersedia membuat janji dengan kita, pasti sudah percaya sepenuhnya pada kita. Maka manfaatkan peluang tersebut dengan sebaik mungkin untuk menarik simpati dari orang lain di sekitar kita.

Menentukan tujuan dalam hidup layaknya permainan sepak bola, di mana kita tidak akan bergerak jauh sampai tahu di mana letak gawang sesungguhnya. Sama halnya dengan kita yang tidak akan melangkah lebih jauh sampai kita memutuskan akan menjadi apa kita di masa yang akan datang? Menjadi orang sukses atau menjadi orang berharga? Apabila kita tidak memiliki tujuan khusus, hanya bisa mengikuti aliran umum dan hanya melakukan pekerjaan sehari-hari, maka kita tidak akan memiliki alasan untuk tetap melanjutkan hidup dan bisa memiliki semangat yang menyala untuk menjalani kehidupan ini.

Saya percaya bahwa di dalam proses kehidupan, kita sebagai manusia yang sedang berjuang keras dalam menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik serta untuk dapat menjadi yang terbaik, sering kali dalam berhubungan dengan orang lain kita menemui baik atau buruknya suatu kehidupan. Namun bila kita sadar dan dapat membedakan sikap mana yang baik dan buruk , mana yang positif dan negatif, mana yang konstruktif dan destruktif, sikap mana yang bisa menyinggung, menyakiti dan sikap mana yang bisa menyenangkan orang lain,mana yang perlu dipertahankan, dipelihara dan dikembangkan terus menerus.

Juga sebagai manusia yang dapat mengerti, menyadari dan dapat berpikir jernih, jelas kita harus bisa memilih dan berani menentukan sikap, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal yang dapat dilakukan dalam garis prinsip yang kuat dan positif dengan adanya ketegasan dari dalam diri. Dengan demikian tidak hanya kita semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, kualitas kehidupan kita pun akan semakin baik dan sekaligus akan berpengaruh serta bermanfaat pula bagi orang lain. Di saat inilah, akhirnya kita bisa mengatakan kepada diri sendiri, “I am the best in my life."

#GrowFearless with FIMELA