Jenis-Jenis Teh Hijau Terbaik yang Perlu Kamu Ketahui

Fimela Editor diperbarui 25 Feb 2020, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Teh hijau hadir variatif, masing-masing memiliki rasa yang khas, waktu pembuatan, suhu, dan tingkat kafein tersendiri.

“Kebanyakan teh hijau berasal dari tanaman teh yang sama, yakni camellia sinensis, seperti jenis teh lainnya. Apa yang membuat teh menjadi hijau adalah metode khusus pengolahannya,” jelas Ashley Lim, seorang sommelier dan pendiri Mansa Tea.

Untuk kalian para pencinta teh, mengetahui apa yang membedakan satu teh hijau dari yang lain itu penting. Pembuatan teh biasanya tidak ditulis pada kemasan teh atau pada menu kafe tetapi di sini kamu akan mengetahuinya. Dilansir dari realsimple.com, berikut beberapa jenis teh hijau terbaik yang perlu kamu ketahui.

Jenis- jenis teh hijau

Teh hijau dapat berasal dari mana saja, meskipun teh hijau paling umum dari Cina atau Jepang. “Jenis teh ditentukan oleh bagaimana teh ditanam, dipanen, dan diproses setelah panen. Teh hijau Cina biasanya digoreng dan teh hijau dari Jepang biasanya dikukus dan dibakar, namun ini bukan satu-satunya yang membuat semua jenis teh hijau Jepang berbeda,” jelas Kyohei Sugimoto, Presiden Sugimoto Tea Company, Jepang.

Sementara teh hijau Jepang dan Cina adalah yang paling populer, baru-baru ini teh hijau muncul dari India dan Amerika Serikat. "Beberapa produsen India dan Amerika Serikat bereksperimen dan menyesuaikan teknik mereka untuk jenis teh lain selain teh hitam," ujar Lim.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Jenis-jenis teh hijau yang hrus diketahui

Teh hijau Jepang

- Gyokuro

adalah teh hijau Jepang kualitas tertinggi. “Daun teh ditanam sekitar tiga minggu sebelum dipetik dan proses ini mengarah pada rasa yang lebih manis dan lebih kental dengan umami yang intens,” ujar Lim.

- Sencha

Berbentuk seperti jarum dan memiliki cita rasa kelautan dan tumbuhan juga merupakan jenis daun teh terbaik untuk dijadikan teh hijau. Selain itu, sencha adalah teh yang paling sering dikonsumsi di Jepang.

- Bancha

Adalah sencha tingkat rendah. Bancha jauh lebih kasar dan memiliki rasa yang lebih tajam. Bancha juga digunakan untuk membuat hojicha, teh yang cara membuatnya dibakar untuk menghasilkan rasa yang lebih gurih.

Sugimoto mengatakan, bagian dari daun teh yang digunakan serta cara pengolahannya juga memengaruhi jenis teh.

- Genmaicha

Biasanya terdiri dari campuran Bancha dan nasi panggang.

- Kukicha

adalah teh hijau yang menggunakan batang daun dan matcha istimewa karena batang dan pembuluhnya dikeluarkan dari daun sebelum digiling menjadi bubuk halus. Kekuatan matcha kemudian direhidrasi dengan air, bukan direndam.

Kukicha yang terbuat dari batang muda adalah salah satu favorit Sugimoto. “Kukicha memiliki kandungan L-theanine (asam amino) dan kafein rendah yang menjadikannya secangkir teh yang ringan dan kaya umami dengan aroma yang unik,” jelasnya.

Teh hijau Cina

"Teh hijau Cina cenderung lebih sedikit yang metode pembuatannya dengan cara dibakar dibandingkan dengan teh hijau Jepang," ujar Lim.

- Dragonwell

Yang juga disebut Long Jing, yakni daun teh yang berbentuk datar dengan rasa manis dan pedas. "Kamu bisa menyeduh teh ini pada suhu yang lebih tinggi daripada jenis teh hijau lainnya," ujar Lim.

- Gunpowder Tea

Merupakan teh dengan sensasi rasa pedas yang unik.

- Bi Lo Chung Tea 

Adalah teh dengan rasa ringan dan gurih dengan cara pembuatannya yang dibakar. 

Penulis: Rafinda