Hari Belanja Brand Lokal Pulihkan Industri Tanah Air di Tengah Pandemi Virus Corona

Vinsensia Dianawanti diperbarui 11 Apr 2020, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Hantaman virus corona berdampak pada pergerakkan ekonomi di Indonesia. Brand lokal dari berbagai kategori menjadi salah satu yang terkena dampak krisis ekonomi. Untuk itu, sebuah festival belanja brand lokal digelar untuk pertama kalinya pada 25-27 April 2020.

Hari Belanja Brand Lokal ini berencana menggandeng lebih dari 1000 brand lokal untuk berpartisipasi. Menurut Achmad Alkatiri selaku panitia Hari Belanja Brand Lokal, kegiatan ini diorganisir oleh dan untuk brand lokal. Beberapa brand bergotong royong untuk mengorganisir acara ini setelah melihat dampak krisis dari virus corona yang cukup signifikan terhadap bisnis tanah air.

“Disaat seperti inilah bersatu dan saling mendukung menjadi hal yang krusial. Inisiatif ini tidak hanya mengenai promosi kepada konsumen. Tapi juga solidaritas antar sesama brand lokal. Jadi akan ada program sharing dari brand lokal yang lain, kelas online keuangan bisnis, tips, dan hal-hal lainnya yang membuat pemilik brand lebih siap menghadapi krisis.” kata Achmad.

Hingga saat ini, tidak sedikit brand lokal yang mengalami penurunan penjualan hingga 50 persen. Hal ini sangat memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan bisnis merek lokal yang kebanyakan merupakan UMKM.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Partisipasi brand lokal

Cotton Ink berkolaborasi dengan Rama Dauhan untuk menghasilkan busana yang minimalis dengan kesan yang berkelas untuk akhir tahun (Foto: Cotton Ink)

Dalam waktu tiga hari sejak pendaftaran dibuka, ada sebanyak 476 merek lokal ingin berpartisipasi dalam Hari Belanja Brand Lokal. Kategori fashion menjadi kategori yang cukup mendominasi dengan presentasi 68 persen.

Melalui kegiatan ini, ribuan brand lokal diajak untuk menyatukan suara, ide, inovasi, dan promo pada 25-27 April. Semua transaksi akan dilakukan secara online dan melalui platform yang dimiliki oleh masing-masing brand.

"Kita sangat memahami bahwa sekarang shifting mind adalah groceries. Mungkin kita cuma melihat dari kacamata sales turun. Tapi kita punya penjahit kecil, admin, orang packaging yang sebenarnya kehilangan pekerjaan. Seperti campaign-nya Cotton Ink, satu sales sangat berarti bagi orang yang bekerja," ungkap Bonita Ayularas selaku PR and Media Relation ketika dihubungi melalui pesan singkat.

Sebelum pandemi virus corona menyerang, banyak brand lokal yang sudah rampung menggarap produksi khusus Ramadan. Namun dikarenakan penjualan yang mandek membuat brand lokal kini harus memutar strategi agar setiap elemen dari brand tersebut bisa tetap terpenuhi.

 

3 dari 4 halaman

Sambutan dari merek lokal

Ilustrasi fashion. (Foto: Free-Photos from Pixabay)

Menyambut Hari Belanja Brand Lokal, Yukka Harlanda selaku Founder dan CEO Brodo menyebut bahwa kegiatan ini bisa membentuk sistem dukungan bagi brand lokal ke depannya.

"Karena kekuatan sesungguhnya dari brand lokal adalah sense of community kita, bersama-sama kita saling membantu untuk tetap tangguh merespon situasi, karena kompetisi kita sebenarnya adalah brand luar. Hanya dengan semangat gotong royong lah ini bisa kita lalui bersama sama," ungkap Yukka Harlanda.

Harapannya, akan ada lebih banyak lagi merek lokal yang ikut serta dengan bertumbuh dan berkembang sehingga menjadi favorit masyarakat dan mengurangi dominasi produk impor.

4 dari 4 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker