Menu Buka Puasa yang Harus Diperhatikan untuk Ibu Menyusui agar Produksi ASI Berlimpah

Anisha Saktian Putri diperbarui 27 Apr 2020, 07:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Puasa di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi ibu menyusui, dikarenakan harus menjaga kebutuhan energi dan zat gizi yang akan diberikan kepada si kecil.

Ibu menyusui membutuhkan 600 kkal untuk produkasi ASI. Nah, untuk mengejar kebutuhan tersebut, ibu pun harus pintar memilih menu saat berbuka dan sahur. Sehingga meskipun tidak makan saat siang hari, produksi ASI tetap melimpah dan bernutrisi bagi anak.

Lalu apa saja yang bisa dikonsumsi ibu menyusui saat berbuka puasa? Berikut ulasannya, dilansir dari berbagai sumber.

1. Kurma

Untuk mengembalikan glukosa yang hilang saat puasa, ibu menyusui bisa berbuka puasa dengan yang manis seperti kurma yang baik untuk menaikan gula darah agar ibu menyusui dengan cepat berenergi. Konsumsi dua hingga tiga butir kurma.

2. Air hangat

Perbanyak air hangat saat berbuka puasa dapat membantu produksi ASI.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Karbohidrat

Ilustrasi Oatmeal Credit: pexel.com/LifeofPix

Karbohidrat dibutuhkan dalam menjaga energi sepanjang hari. Ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih besar dari biasanya untuk memproduksi ASI. Untuk itu, saat berbuka puasa bisa mengonsumsi nasi merah, oatmeal, roti gandum.

4. Protein

Protein seperti hewani dan nabati dapat dimasukin ke dalam menu berbuka puasa ibu menyusui. Protein dari daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan dan seafood, telur, keju, susu, yogurt, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

5. Vitamin dan mineral

Konsumsi jenis sayur hijau dan buah yang banyak mengandung vitamin C sangat direkomendasikan saat ibu menyusui berbuka puasa. Hindari buah seperti nangka dan duren.

6. Hindari makanan santan

Hindari takjil yang mengandung santan, seperti kolak atau cendol tinggi kalori dan lemak. Padahal lemak paling sulit dicerna dan bisa membuat pencernaan kurang nyaman. Lebih baik konsumsi bubur kacang hijau, ganti santan dengan susu rendah lemak.

"Sebaiknya hindari santan. Lebih baik buka puasa dengan bubur kacang hijau yang tinggi protein. Anda bisa mengganti santan dengan susu rendah.

 

 

 

#Changemaker