Survei Membuktikan, Orang yang Beragama dan Berpendidikan Tinggi Jarang Cerai

Febi Anindya Kirana diperbarui 16 Mei 2020, 09:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Membangun kehidupan rumah tangga pasti tak mudah, dibutuhkan komitmen kuat antara kedua belah pihak yang menjalani. Jika tidak ada komitmen, hubungan cinta rentan dihancurkan perselingkuhan.

Ada banyak faktor pemicu perselingkuhan, mulai dari ketidakpuasan terhadap pasangan, keuangan, kemarahan, hingga faktor pendidikan dan agama. Tak banyak yang tahu bahwa seberapa besar orang berpegang pada agama dan pendidikan bisa menentukan seberapa besar risiko perceraian.

2 dari 2 halaman

Pendidikan dan agama tentukan risiko cerai

ilustrasi pernikahan bahagia/Photo by Andi Risam Triangga from Pexels

Penelitian yang diambil dari Data from the National Survey of Family Growth Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang taat beragama dan mengenyam pendidikan tinggi memiliki risiko cerai yang rendah karena selingkuh dibandingkan mereka yang tak beragama dan berpendidikan rendah.

Variabel demografik semacam latar belakang agama dan pendidikan rupanya memberikan pemikiran yang matang pada hubungan cinta, dan penelitian membuktikan pasangan yang memiliki kedua variabel ini dalam hubungan cinta mereka memiliki potensi pernikahan yang langgeng.

Meskipun partisipan yang diambil merupakan orang-orang ras kulit hitam Afrika Amerika dan Asia Amerika, namun variabel ini bisa berlaku untuk siapa saja dengan latar belakang negara dan budaya berbeda.

Jadi, jangan abaikan dasar agama dan pendidikan tinggi ya Sahabat Fimela, karena ternyata memiliki keduanya bisa menjamin hubungan cinta jangka panjang berlangsung lama.

#ChangeMaker with Fimela