Hasil Riset Perilaku Traveling saat New Normal

Anisha Saktian Putri diperbarui 26 Jun 2020, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Lebih dari dua bulan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia, sejak itu pula sebagian besar dari masyarakat menunda banyak agenda demi memutus rantai virus Corona.

Beberapa hari ini, kita sering mendengar gagasan new normal atau situasi normal baru yang akan dilakukan oleh pemerintah. Bagi pecinta traveling, tentu keadaan seperti ini menjadikannya sangat rindu untuk bertualang kembali. Pada era normal baru ini, tentunya akan ada perbedaan bagaimana kita memilih, mempersiapkan, hingga melakukan traveling.

Untuk mengetahui apa saja perbedaan perilaku traveling saat new normal, Pegipegi melakukan riset kepada lebih dari 900 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 8 - 12 Juni 2020.

Berdasarkan riset yang dilakukan, sebanyak 67% orang Indonesia tertarik untuk bepergian di era new normal, sementara 33% sisanya belum merencanakan bepergian. Setelah situasi newnormal diberlakukan, sebanyak 73% orang berencana untuk bepergian dalam kurun waktu 2bulan ke depan. Kebanyakan dari responden memilih keperluan keluarga (33%), disusul dengantraveling sebagai sarana refreshing (26%).

Alasan lain yang disebutkan sebagai tujuan traveling adalah untuk urusan bisnis dan pendidikan. Bagi mereka yang berencana traveling, sebanyak masing-masing 31% ingin bepergian bersama pasangan dan solo traveling, bersama keluarga besar (28%), dan bersama teman (9%). Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat memang merindukan traveling kembali.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Memerhatikan protokol kesehatan dan memilih destinasi domestik

Travel/Unsplash Dino

Dalam riset tersebut, diketahui juga bahwa sebanyak 47% orang Indonesia menjadikan harga atau biaya sebagai faktor terpenting untuk mendukung rencana bepergian di era new normal.Disusul dengan faktor kebersihan (29%) dan kemudahan untuk reschedule dan refund (18%).

Beberapa responden juga menyebutkan bahwa keamanan dan protokol terkait COVID-19 di area publik juga menjadi faktor penting bagi mereka. Artinya, masyarakat saat ini sangat peduli dengan protokol kesehatan yang harus diperhatikan pada saat bepergian pada situasi new normal, karena situasi ini bukan berarti mengendurkan proteksi diri terhadap kemungkinan terpapar atau memaparkan virus COVID-19.

Bagi mereka yang berencana untuk traveling, 91% responden menjadikan destinasi domestik menjadi pilihan utama. Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta menjadi 3 kota besar yang paling diminati, meski banyak dari responden yang memilih kota lainnya sebagai tujuan seperti Surabaya, Bali, Semarang, Padang, Palembang, hingga Sabang. Sedangkan sedikitnya 9% lainnya memilih untuk traveling ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan beberapa negara lainnya seperti Arab Saudi, Australia, Korea, dan Belanda. Angka ini menunjukan bahwa masyarakat memilih destinasi yang relatif lebih dekat dan mudah dijangkau pada situasi new normal.

Hasil riset juga menunjukan bahwa wisata alam dan kuliner menjadi tujuan yang paling banyak diminati. Sedangkan moda transportasi yang paling banyak dipilih adalah pesawat (53%),disusul kendaraan pribadi (27%), kereta api (16%), dan bus (4%). Sedangkan untuk pilihan akomodasi, 49% memilih akomodasi dengan rentang budget sekitar Rp250.000 - Rp500.000/malam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk bepergian kembali terutama menikmati destinasi domestik Indonesia.

“Kami memahami masyarakat sejauh ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap di rumah dan menunda bepergian demi keamanan dan kesehatan bersama. Pada masa transisi ini kami melihat keinginan untuk bepergian mulai meningkat. Maka dari itu, kami memberikan penawaran berupa diskon untuk menikmati destinasi domestik dengan diskon staycation hingga 20%. Kami juga menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah ketika bepergian," ujar Serlina Wijaya, selaku Chief Marketing Officer Pegipegi.

 

 

#Changemaker