Industri Pariwisata Kembali Bangkit, YATS Colony Yogyakarta Terapkan Rasa Aman dan Nyaman

Nabila Mecadinisa diperbarui 09 Jul 2020, 11:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Banyak hal berubah dari efek pandemi. Apalagi industri pariwisata. Virus corona yang menyebabkan semu orang harus jalani krantina di rumah, membuat minat traveling menurun drastis.

Kali ini, memasuki masa transisi new normal, YATS Colony kembali membuka pintu dengan menjalankan protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah tanpa mengurangi rasa nyaman bagi para pengunjung.

Dari 36 kamar yang ada, YATS Colony hanya membuka kapasitas sebanyak 17 kamar agar penerapan social distancing bisa berjalan efektif. Tak hanya itu saja, dalam mendukung komitmen pariwisata pemerintah, khususnya di Yogyakarta, maka YATS Colony menggunakan platform digital yang dimiliki untuk memberi informasi positif bagi masyarakat.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

YATS Colony

Kenyamanan di tengah pandemi menjadi misi utama saat traveling di tengah pandemi yang berlangsung.

Ari Respati yang merupkan co-founder YATS Colony mengatakan jika ia mengerti bahwa orang-orang belum terlalu nyaman untuk kembali traveling terutama dengan protokol kesehatan dan keamanan. Namun, dengan penuh keyakinan, YATS Colony kembali membuka pintu.

“Penerbangan masih dihentikan dan traveling juga belum dianjurkan. Kemarin kami mencoba perjalanan darat dari Jakarta menuju Jogja dan aman-aman saja, tapi kondisinya aneh dan sepi. Ini mengindikasikan bahwa orang belum terlalu nyaman untuk berjalan-jalan, tapi YATS Colony sudah membuka sistem dari seminggu yang lalu, dan kami cukup surprise karena dalam 10 hari ke depan sudah akan ada occupancy 50 persen padahal kami baru membuka 17 kamar,” Ari menjelaskan.

Setelah beroperasi kembali, selain menjalankan SOP yang sama dengan hotel dan restoran lainnya seperti pengecekan suhu tubuh dan menyiapkan area cuci tangan, YATS Colony juga menyiapkan area concierge baru sebelum memasuki area reception. Tas dan koper tamu juga disimpan di tempat khusus dan disemprot disinfektan.

“Kami mencoba mencari rumusan baru untuk standar operasional kenormalan baru. Sebenarnya, dari sebelum pandemi pun kami merasa SOP selalu perlu disesuaikan dengan zaman. Nah, apalagi dengan kondisi sekarang. Tentunya banyak hal yang akan kami terapkan, dan belum tentu tamu akan merasa nyaman. Jadi ini masa-masa kami mengamati seberapa nyaman perasaan tamu dengan kenormalan baru,” kata Ari.

Lebih lanjut menurut Ari, penerapan berbagai protokol kesehatan dan keamanan ini mendatangkan kenyamanan bagi operasional YATS Colony. Ia pun memperkirakan bahwa tamu akan merasa nyaman karena protokol tersebut diterapkan demi kebaikan mereka, dan itu adalah yang paling utama.

#ChangeMaker