Sayangi Ayah Sepenuh Hati, Jangan Sampai Menyesal saat Ia Sudah Tiada

Endah Wijayanti diperbarui 13 Jul 2020, 09:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh:  Titie Wulandari

Bulan Oktober 2016 adalah waktu saya melangsungkan pernikahan, saat itu masih ada almarhum papah yang mengantar sampai pelaminan. Tidak ada yang bisa dipungkiri itu adalah masa-masa bahagia bagi setiap pasangan yang menikah dengan didampingi orang tua yang lengkap, terlebih lagi restu dari kedua orangtua tentunya.

Setelah menikah saya tidak tinggal di kota yang sama dengan orang tua saya. Saya ikut dengan suami yang kebetulan dia bertugas di kota itu. Seiring waktu berjalan tetap kami selalu berkomunikasi baik secara telepon ataupun video, kalau video biasanya lewat adik saya karena kebetulan almarhum papah tidak bisa menggunakannya. Dan beberapa bulan kemudian sering mendapat kabar papah sakit dengan diagnosa berbeda-beda; hipertensi, jantung, dll. Papah sering bolak balik rumah sakit ada kalanya check up, dan saat drop sempat dirawat inap juga.

Februari 2018 saat itu saya kondisi sudah hamil tua. Sudah memasuki 8 bulan lebih, mendapat kabar papah kecelakaan motor harus dioperasi sangat sedih sekali karena tidak bisa mendampingi. Mamah juga mengerti kondisi saya karena tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, dan meminta saya untuk mendukung dalam doa supaya berjalan dengan lancar. Dan bersyukur setelah beberapa hari papah boleh pulang dan tetap melakukan rawat jalan.

Saat itu papah berusia 62 tahun, dalam usia tersebut walau kondisi sering sakit-sakitan, tapi semangat dalam bekerja tidak kalah dengan orang berusia muda. Papah dan mamah memiliki usaha produksi keripik singkong bukan dengan alat besar tapi dengan pisau manual. Usaha kecil-kecilan ini yang membuat papah tetap semangat di masa hidupnya, tidak pernah putus asa, mengeluh capek tapi tetap giat dan semangat mengerjakannya. Saya sebagai anak menyarankan supaya tidak terlalu ngoyo. Sekuat dan semampunya saja. Tetapi jawaban papah saya berbeda selama masih hidup tetap harus semangat, kalau diam tidak ada yang dikerjakan. Bosan katanya. 

2 dari 2 halaman

Ayah adalah Teladan

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/brigitte tohm

Seiring berjalan waktu papah tetap bekerja dan lebih mendengar saran saya supaya tidak terlalu capek. Karena sakit-sakit papah itu sering kambuh, yang menyebabkan beberapa bulan sering rawat inap dengan diagnosa yang komplikasi. Bulan agustus 2019, tepat dua bulan sebelum almarhum meninggal dia bilang sangat sehat dan semangat untuk mengunjungi kami, karena papa ingin menemani saat kami pindahan rumah.

Tidak disangka itu adalah waktu-waktu terakhir saya bertemu dan menghabiskan waktu dengan papah saya. Saat tinggal bersama kami dalam waktu singkat itu bersyukur kami bisa memenuhi keinginan terakhirnya. Papah tidak meminta barang mewah atau makanan enak tapi yang papah minta adalah untuk diantar check up sebelum pulang dari tempat tinggal kami.

Bulan September papah masuk rumah sakit dan harus operasi hernia setelah beberapa waktu boleh pulang, dan di bulan Oktober papa kembali masuk rumah sakit. Pada bulan Oktober 2019 papah meninggal dunia setelah satu hari pulang dari rumah sakit, papah meninggal di rumah. Saat itu saya sedang tidak ada di rumah tapi di kota lain. Saya syok, sedih, terpukul merasa bersalah tidak berada di sampingnya di hari terakhirnya. Semua bercampur aduk. 

Keesokan paginya saya langsung ke sana dengan anak saya, sedangkan suami sore karena pekerjaannya tidak bisa dilimpahan ke orang lain. Dari kisah bersama papah ini, yang paling aku ingat yaitu konsistensi papa yang suka menghubungi kami via telepon untuk tanya kabar. Tapi buat aku pribadi itu sangat menyentuh dan patut di contoh, karena kita anak-anaknya tidak serajin itu untuk berkomunikasi. Semangat bekerja keras dan tidak mudah menyerah papah juga patut diteladani.

Terima kasih alm. Papah sudah menjadi contoh baik buat kami anak-anaknya. Sayangi dengan sepenuh hati orang yang kita kasihi jangan sampai menyesal saat sudah tiada. 

#ChangeMaker