Fakta Tentang Manfaat Arang Sebagai Perawatan Kulit

Annissa Wulan diperbarui 21 Jul 2020, 10:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Arang baru-baru ini sangat populer digunakan sebagai perawatan kulit. Sejak lama, arang memang dikenal dengan fungsinya menghilangkan racun dalam tubuh, sehingga banyak orang berpendapat bahwa arang juga memiliki fungsi yang sama untuk kulit.

Arang adalah hasil dari pembakaran bahan berbasis karbon. Ketika digunakan sebagai perawatan kulit, arang akan membuka dan membentuk pori-pori.

Arang bekerja dengan menggunakan gaya dispersi yang merupakan jenis gaya antarmolekul. Kekuatan dispersi adalah kekuatan lengket yang bekerja di antara semua zat secara mikroskopis, seperti dilansir dari byrdie.com.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Manfaat arang sebagai perawatan kulit

ilustrasi tips kecantikan yang bisa membuat kulit rusak/pixabay

Karakteristik lengket itulah yang membuat arang efektif menghilangkan zat ketika keduanya bersentuhan, sehingga arang berfungsi sebagai detoxifier yang efektif. Dalam dunia kedokteran, arang digunakan untuk menghilangkan racun guna mengobati kondisi medis, seperti keracunan, infeksi saluran pencernaan, dan mual.

Sedangkan dalam dunia kecantikan, arang sering ditemukan dalam produk masker, sabun, spons eksfoliasi, deodoran, perawatan rambut, dan kulit kepala. Sebenarnya, manfaat arang sebagai perawatan kulit tidak didukung oleh ilmu pengetahuan dan penelitian yang kuat.

3 dari 3 halaman

Manfaat arang sebagai perawatan kulit

Ilustrasi kecantikan. Sumber foto: pexels.com/Shiny Diamond.

Kandungan arang biasanya digabungkan dengan bahan-bahan lainnya, seperti asam alfa hidroksi dan asam beta hidroksi untuk memberi manfaat kepada kulit. Sehingga para ahli beranggapan bahwa terlalu dini menganggap arang sebagai pengobatan yang efektif, karena ada bahan tambahan lain yang digunakan untuk menghasilkan manfaat pada kulit.

Arang akan lebih efektif untuk menghilangkan minyak ketika diaplikasikan dalam jangka waktu yang lama sebelum dibersihkan. Untuk perawatan kulit, arang dapat diaplikasikan secara topikal. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker